32 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

25 Oct 2016
By admintph

Makan Bareng Kiko: Asal-Usul Martabak

Makan Bareng Kiko: Asal-Usul Martabak

Dalam episode “Makan Bareng Kiko” yang pertama, Kiko mau ngomongin tentang asal-usul Martabak nih, Fren! Semua pasti suka sama martabak kan? Makanan khas Indonesia yang belakangan ini  banyak dikreasikan dan di-upgrade sama foodpreneur masa kini agar tampilan dan rasanya lebih menggugah selera.  Ada martabak redvelvet oreo, martabak greentea nuttela dan berbagai macam topping yummy lainnya. Tapi di sini ada yang tahu kah darimana martabak kesayangan kita semua berasal?

 

Sewaktu Kiko googling, “asal-usul martabak” , mbah Google langsung memunculkan bendera merah-putih pada urutan paling atas. And..yap! Martabak memang berasal dari Indonesia. Menurut pilihan rasanya, martabak terbagi menjadi dua rasa: manis dan asin. Kamu suka yang mana, Fren? Kalau Koko sih suka dua-duanya dong! Nah ternyata sejarah martabak itu berbeda-beda menurut rasanya. Kita bahas satu-satu yuk!

 

Martabak Asin

 

Martabak asin yang ada di Indonesia awalnya dipengaruhi oleh martabak yang berasal dari Arab. Pertama kali, martabak di Indonesia dibuat oleh Abdullah yang berhasil memodifikasi martabak dari resep asilnya. Hal ini untuk menyesuaikan citarasa dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar makan sayur-sayuran dan tidak  terlalu suka mengonsumsi daging secara berlebihan. Sekarang di Indonesia, martabak asin lebih tenar dengan sebutan Martabak Telor.

 

Martabak Manis

 

Dari segi bentuk, martabak asin dan manis cukup berbeda. Kalau asin dilipat-lipat, sedangkan yang manis ditumpuk. Martabak manis biasanya sering disebut kue terang bulan (terutama di daerah Jawa timur). Sementara di daerah Jawa Barat seperti di Bandung, martabak manis sering disebut martabak Bangka. Lho kok? Ternyata setelah Kiko cari tahu, martabak manis memang berasal dari pulau Bangka, Fren! Di Bangka, martabak disebut sebagai Hok Lo Pan dan dibuat oleh orang-orang Hakka. Hok Lo Pan atau martabak adalah kue yang sangat sederhana dengan proses pembuatan tidak lebih dari 12 menit. Dipanggang menggunakan adonan tepung terigu , diolesi mentega, ditaburi coklat butir, kacang tanah, wijen, keju dan dicampur susu kental manis. Jadi kalau ada sebutan martabak bandung, ya mungkin karena martabak itu dibuat oleh orang Bangka yang tinggal di Bandung, Fren. Hehe. Pada intinya, sudah terbawa budaya dan kebiasaan daerah yang didiami.

 

Seru juga ya asal-usul martabak. Piko jadi pengen makan martabak ditemani Teh Pucuk Harum nih!

Write a Reply or Comment