31 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

05 Feb 2016
By admintph

Kalau ke Salatiga, Jangan Lupa Jajan di Pasar Sapi Ya!

Kalau ke Salatiga, Jangan Lupa Jajan di Pasar Sapi Ya!

Jalan-jalan ke Salatiga? Jangan lupa mampir jajan di Pasar Sapi. Seperti namanya, dulu Pasar Sapi Salatiga digunakan sebagai tempat jual beli sapi. Namun, kini pasar ini sudah berubah fungsi menjadi pasar biasa yang menjajakan aneka kebutuhan pokok, sayuran, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Pasar ini pun kini lebih populer dengan nama Pasar Rejosari. Meskipun demikian, masih banyak pula yang menyebutnya dengan Pasar Sapi Lama.

Kompleks Pasar Sapi Salatiga berada di lokasi yang memang strategis. Tepatnya di Jalan Hasanudin dan Jalan Veteran yang merupakan jalur ramai lalu lintas antar kota. Banyak bis jurusan Salatiga-Magelang atau Semarang-Solo melewati jalanan itu.

Pasar Sapi Salatiga ini dibangun tahun 1980 dengan kondisi bangunan masih bagus. Sayangnya sempat terjadi kebakaran pada tahun 2008 lalu yang menyebabkan beberapa sudut pasar terlihat berwarna cokelat. Sekilas pandang mungkin pasar terlihat mengenaskan, apalagi bila hujan pasar menjadi becek. Tetapi, daya tarik Pasar Sapi nyatanya masih sangat kuat terutama dari segi kulinernya. Tidak heran masih banyak pelancong yang berdatangan. Apa saja kuliner mantap yang wajib fren coba saat ke Pasar Sapi Salatiga? Berikut diantaranya.

Nasi Jagung

Bila fren bertanya kuliner apa yang khas di Pasar Sapi? Pastinya nasi jagung menjadi rekomendasi pertama wajib coba. Nasi jagung Pasar Sapi sangat khas karena meski disebut nasi tetapi tidak ada komposisi beras sama sekali. Nasi jagung adalah jagung yang ditumbuk menjadi butiran halus lalu dimasak. Rasa jagung tumbuk tersebut tawar sehingga cocok dijadikan makanan pokok seperti nasi.

Bubur Candil

Bubur candil menjadi salah satu kuliner yang laris-manis. Biasanya bubur candil dibeli sebagai oleh-oleh. Selain bubur candil ada pula variasi bubur lain yang tidak kalah enak. Misalnya bubur pasar cina, bubur ketan hitam, dan bubur ubi. Membeli aneka bubur dicampur juga sah-sah saja. Tidak perlu merogoh saku dalam, aneka bubur tersebut dibandrol hemat Rp 2000 per porsinya.

Roti Ibu Djumeri

Kuliner roti Ibu Djumeri ini tepat berada di seberang pasar. Toko roti Ibu Djumeri ini sudah berdiri sejak 1965. Beberapa produk roti yang ditawarkan diantaranya roti kelapa, roti kacang, roti tawar, roti pisang, bolu kering, dan masih banyak lagi. Adapun yang memberi sentuhan khas yaitu pembuatan roti yang masih manual. Proses pemanggangan pun masih menggunakan oven kuno dengan bahan bakar kayu. Roti dibuat dalam jumlah terbatas, sehingga sudah dijamin produk yang fren dapatkan adalah produk baru. Dengan resep dan cara pembuatan yang dijaga, rasa roti sejak dulu hingga sekarang nyaris tidak pernah berubah. Roti Ibu Djumeri dibandrol mulai dari Rp 1500 sampai Rp 45.000.

Selain beberapa kuliner khas di atas, masih banyak jejeran kuliner yang patut fren coba saat mampir ke Pasar Sapi Salatiga. Sebut saja rolade singkong, bubur tumpang koyor Mak Sabar, nasi goreng babat, dan lain-lain.

Write a Reply or Comment