27 °C
broken clouds
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

24 Nov 2015
By admintph

Pecenongan, Surga Kuliner Malam Hari Di Jakarta

Pecenongan, Surga Kuliner Malam Hari Di Jakarta

Berencana traveling ke mana liburan kali ini? Mungkin sebelumnya kamu sudah mencoba berpetualang ke daerah-daerah terpencil dengan wisata alam yang masih perawan dan bersih. Selanjutnya kamu kembali ke peradaban dan menikmati hiruk pikuknya kota besar. Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia nggak pernah ada matinya kalau soal urusan hiburan. Sebagai kota besar tentu saja Jakarta memiliki kehidupan malam yang seru dan menjadi daya tarik tersendiri. Bagi kamu yang ingin jalan-jalan di Jakarta pada malam hari, jangan lupa untuk mampir ke daerah Pecenongan di Jakarta Pusat. Memangnya ada apa?

Pusat wisata kuliner Jakarta

Kalau dilihat sekarang, di setiap pinggir kota Jakarta pasti dengan mudah akan kamu temukan pedagang-pedagang tenda atau warung makan segala jenis. Tetapi bagi pecinta makanan jalanan, Pecenongan tetap menjadi tempat yang istimewa. Pecenongan merupakan sebuah kawasan tua yang menyimpan banyak cerita sejarah terutama pada masa kolonial Belanda dulu. Sejak tahun 1970-an sepanjang jalan Pecenongan sudah dipenuhi dengan para pedagang makanan yang hanya buka pada waktu malam saja.

Dulu, jenis makanan yang mendominasi Pecenongan adalah makanan seafood dan olahan babi. Namun seiring berjalannya waktu, mulai banyak pedagang makanan lain misalnya martabak manis yang toppingnya luar biasa karena menggunakan berbagai merk coklat terkenal. Berburu kuliner di Pecenongan semakin seru karena suasana mulai ramai setelah pukul 6 sore sedangkan baru tutup pada jam 2 pagi.

Banyak masakan oriental

Menelusuri sepanjang Pecenongan dijamin akan membuat kamu bingung memilih dan ingin mencicipi satu per satu. Nggak cuma martabak super saja yang bisa kamu nikmati di sini, Fren. Ada juga aneka bubur, sop berkuah santan, nasi uduk, dan masih banyak lainnya. Tetapi memang makanan seafood dan makanan oriental adalah menu yang mendominasi di tenda atau kedai-kedai di sini. Ini karena jaman dulu kawasan Pecenongan banyak dihuni oleh masyarakat keturunan Tionghoa.  Nama restoran atau tendanya pun juga banyak menggunakan nama dalam bahasa Cina karena untuk menarik pengunjung berdarah Tiongkok pada zaman dulu.

Makin malam makin ramai

Lupakan diet, saatnya menikmati kuliner-kuliner lezat di Pecenongan yang baru buka pada pukul 5 sore. Meski baru dibuka jam 5 atau 6 sore, beberapa kedai atau tenda yang fenomenal sudah dikerubuti banyak pengunjung untuk mengambil nomor antrian, misalnya Martabak Bandung Asli Pecenongan 65 A yang inovasi toppingnya menarik para pengunjung yang berusia muda. Semakin malam justru akan semakin banyak pengunjung yang memadati kawasan ini apalagi kalau sedang akhir pekan, bisa-bisa kamu nggak kebagian tempat dan harus menunggu di luar untuk mendapatkan tempat duduk.  Pokoknya berwisata ke Jakarta belum lengkap kalau belum merasakan harumnya surga makanan di Pecenongan.

Write a Reply or Comment