29 °C
few clouds
16
Fri
Jakarta

TPH CORNER

23 Oct 2015
By admintph

Asnat Bell; Berjuang Demi Kemajuan Masyarakat Desa Teluk

Asnat Bell; Berjuang Demi Kemajuan Masyarakat Desa Teluk

Fren, kamu percaya nggak kalau masih ada guru yang benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa? Yap, dia adalah Asnat Bell, seorang guru yang hanya lulusan SMA, dan mengajar selama 7 jam setiap harinya dengan 9 mata pelajaran. Asnat sendiri mulai mengajar dari tahun 2002 sampai dengan sekarang dengan gaji hanya 50 ribu perbulan.

Tidak hanya itu saja Fren, Asnat kadang menerima gaji itu setiap 3 – 4 bulan sekali, dan dengan gajinya itu, Asnat harus menghidupi 3 orang anaknya dan keluarganya. Walaupun banyak teman-temannya yang memutuskan untuk berhenti, tapi Asnat tetap teguh untuk mengajar dengan harapan murid-muridnya bisa mendapat pendidikan yang layak, seperti masyarakat perkotaan.

Selama mengabdi dan mengajar di sekolahnya, Asnat tidak pernah tersentuh oleh pengangkatan guru PNS. Kenapa? Itu semua tidak lepas dari kebijakan sekolah yang mensyaratkan guru, minimalnya harus punya ijazah D3. Sungguh ironis Fren, pengorbanannya mengajar selama 10 tahun, ternyata tidak berarti apa-apa karena hanya selembar ijazah yang tidak dia miliki.

Banyak anak putus sekolah

Di desa tempatnya mengajar, yakni desa teluk, banyak anak-anak yang putus sekolah. Bukan karena masalah biaya, karena di sini sekolah gratis, tapi kemiskinanlah yang memaksa anak-anak lebih memilih untuk membantu orangtuanya bekerja, ketimbang sekolah. Bersama dengan Asnat, terdapat 4 orang guru honor dan 3 orang PNS.

Jika melihat penghasilan yang dia dapatkan, sungguh miris nasib Asnat. Gaji guru honor justru jauh lebih kecil ketimbang pengemis di Jakarta yang bisa mengantongi uang ratusan ribu rupiah dalam satu hari. Lantas, kemana dana BOS larinya? Bagaimana dengan pemerintah setempat, apakah mereka tidak tergerak hatinya untuk memberikan sedikit penghargaan kepada Asnat Bell?

Walaupun begitu, Asnat Bell tidak pernah mengeluh, dia pun tidak pernah menyesali nasibnya, dia juga tidak pernah meminta Tuhan untuk mengubah nasibnya. Asnat Bell hanya ingin anak-anak di NTT bisa memiliki bekal ilmu yang cukup untuk meraih masa depannya. Dia hanya ingin anak-anak NTT bisa setara dengan anak di pulau Jawa, dalam hal pendidikan.

Bagaimana Fren, masih berpikir kalau guru tanpa tanda jasa itu hanya bualan masa lalu saja?

Write a Reply or Comment