25 °C
haze
12
Mon
Jakarta

TPH CORNER

29 May 2015
By admintph

Bunda Theresa, Ibu Untuk Semua

Bunda Theresa, Ibu Untuk Semua

Bunda Theresa adalah sosok ibu bagi seluruh umat manusia. Dia memberikan kasih sayangnya untuk semua orang, tanpa membedakan jenis kelamin, usia, status sosial, agama dan suku. Ketulusannya ibarat lilin di tengah kegelapan. Sehingga bisa menerangi kehidupan semua orang. Karena memang di sepanjang hidupnya, dia mengabdikan diri untuk misi kemanusiaan. Meskipun kini telah tiada, semangatnya masih menjadi inspirasi dan namanya tetap harum.

Bunda Theresa meraih Nobel Perdamaian Dunia

Karya sekaligus perjalanan hidupnya  menjadi nasehat bagi seluruh umat manusia. Wanita ini terlahir di Skopje Yugoslavia pada 27 Agustus 1910 dan meninggal dunia di Kalkuta, India pada 5 September 1997. Sosok wanita ini sangat sederhana, tapi bisa menciptakan berbagai hal yang begitu luar biasa. Ketika kebanyakan orang lebih mengutamakan kebahagiaan diri dengan mengumpulkan harta, Bunda Theresa justru memilih tinggal di pemukiman orang miskin.

Dia dengan tulus membantu orang yang terpinggirkan tanpa berharap bayaran. Karena semua yang dilakukannya tulus untuk Tuhan. Bunda Theresa adalah biarawati Katolik, tapi tidak menjalankan kerja Katolikisasi, yaitu mengajak orang lain untuk memeluk Katolik. Tapi dia tetap berpegang teguh pada doktrin dan selalu taat dengan gereja Katolik Roma.

Kenyataan itu terbukti ketika Bunda Theresa meraih Nobel Perdamaian Dunia, atas perjuangan dan karyanya ketika sedang berkecamuk perang saudara yang terjadi di Kalkuta, India. Dia yang berada dalam masyarakat di tengah konflik itu, tidak mengajak mereka untuk memeluk Katolik.

Dia juga menegaskan kepada awak media yang mewancarainya waktu itu. Dengan mengatakan kalau kedatangannya di Kalkuta tidak untuk menyebarkan agama Katolik. Tapi untuk perdamaian dan kasih sayang sesama umat manusia. Terkadang ajarannya memang terlihat kontroversial. Yang jelas dia mendedikasikan hidupnya untuk kebahagiaan umat manusia. Meskipun tengah menderita penyakit TBC, dia tetap tidak menghentikan aktivitas kemanusiaannya.

Tulus mencintai kaum miskin yang tersingkirkan

Baginya orang miskin yang terlihat hina adalah Yesus yang tengah menyamar. Sehingga dia dan pengikutinya selalu kuat untuk bekerja keras untuk berbuat baik untuk orang miskin yang sering terpinggirkan. Bunda Theresa memang tidak memiliki harta melimpah. Menurutnya kekayaan yang sesungguhnya adalah perhatian, kepedulian dan kasih sayang sesama umat manusia.

Bila tidak memiliki sikap tersebut, berarti termasuk orang miskin.  Sebagai contoh orang-orang kaya yang tidak memiliki rasa simpati kepada kaum miskin. Padahal perilaku itu berimbas negatif dan bisa merusak tatanan kehidupan dan moral di masyarakat. Semakin tinggi pengguna narkoba, praktek aborsi, bunuh diri dan berbagai bentuk perilaku tidak terpuji lainnya adalah bentuk dari tidak adanya perhatian dan kepedulian sesama manusia.

Ketika seks bebas menjadi hal biasa, tapi kehadiran anak dianggap malapetaka. Tingkat pemerkosaan bertambah tinggi, kasus aborsi meningkat dan sebagainya. kondisi itu adalah perwujudan dari malapetaka dan permasalahan yang sangat serius. Kalau wanita tega membunuh janin di dalam kandungannya, maka akan lebih mudah membunuh orang lain.

Dia pernah mengatakan kalau dia mau menerima bayi untuk dirawatnya, daripada dibunuh oleh orang tua kandungnya. Bunda Theresa adalah inspirator yang luar biasa, fren. Lanjutkan perjuangannya dengan menyebarkan inspirasi ini ke orang-orang tercinta.

Write a Reply or Comment