27 °C
broken clouds
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

02 Sep 2015
By admintph

Cecep Arif Rahman; Si Assassin yang Memukau

Cecep Arif Rahman; Si Assassin yang Memukau

Fren, sudah nonton belum film The Raid 2: Berandal? Nah, dalam sekuel kedua film yang membangkitkan kembali koreografi silat dalam film laga Indonesia, hadir seorang karakter baru yang menjadi lawan tangguh bagi Iko Uwais, dia adalah Cecep Arief Rahman, sang seniman Silat Panglipur.

Kita kenalan yuk sama sosok Assassin yang terkenal bengis dalam membunuh ini?

Ketika ditemui salah satu media, Cecep menceritakan jika film arahan sutradara Gareth Evans tersbeut merupakan pengalaman baru dalam hidupnya. Selama ini, selain sibuk dengan kegiatan silat, Cecep pun dikenal aktif sebagai pengajar sejak tahun 2001 di SDN 3 Tegal Panjang, Sucina Raja, Garut.

Menurutnya, awalnya dia hanya mengajar silat kepada anak-anak madrasah, sekolah sampai akhirnya di tahun 2003, Cecep di daulat menjadi guru bantu. Setelah 5 tahun mengabdi sebagai guru bantu, akhirnya Cecep pun resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurutnya, ketika itu Cecep tidak hanya mengajar silat saja, tapi dia juga memegang kelas, dan mengajar mata pelajaran selama 3-4 hari. Sedangkan sisanya, Cecep habiskan sebagai administrasi dan penjaga perpustakaan.

Uniknya, ketika ditanya tentang keterlibatan dirinya dalam film The Raid 2: Berandal, justru Cecep menyatakan jika teman-teman guru di sekolahnya tidak mengira jika itu dirinya. Di sisi lain, Cecep pun tidak pernah bercerita mengenai perannya dalam film tersebut. Akhirnya, setelah dikabarin temen guru lainnya, baru guru yang lainnya percaya jika itu Cecep.

Menurutnya, film itu terbilang sangat unik. Kalau di layar, orang bertubuh kecil seperti dirinya pun bisa terlihat lebih besar. Selain itu, Cecep pun bersyukur karena pihak sekolah selalu memberikan dukungan jika dirinya ada kegiatan lain di luar mengajar. Terlebih jika kegiatan tersebut bertujuan untuk mengangkat silat ke pentas internasional.

Sejak pertengahan tahun 2000, dirinya rutin mengikuti festival bela diri di Prancis untuk mengikuti ajang Bersi Festival. Dalam ajang tersebut, seluruh disiplin ilmu bela diri berkumpul. Prestasi terbaiknya adalah, masuk tiga besar bersama dengan Kung Fu dan Tae Kwon Do. Sayang, Cecep tidak tahu juara berapa Silat, karena di Bersi tidak ada urutan peringkat 1, 2 atau 3. Yang ada hanya 3 besar saja.

Cecep sendiri sangat bersyukur karena sekarang ini silat ikut terangkat setelah film The Raid meraih sukses secara internasional. Menurutnya, film merupakan salah satu media yang efektif untuk mempromosikan silat supaya lebih banyak dikenal orang, dan lebih banyak orang yang tertarik untuk mempelajarinya.

Write a Reply or Comment