27 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

18 Sep 2015
By admintph

Erin Gruwell; Si Guru Unik

Erin Gruwell; Si Guru Unik

Fren, apa yang akan kamu lakukan jika harus mengajar anak-anak yang bandelnya sudah masuk ubun-ubun? Inilah yang dialami oleh seorang guru wanita yang bernama Erin Gruwell. Wanita yang lulusan Bonita High School di La Verne dan meraih gelar sarjana di University of California tersebut, dikenal sebagai sosok guru yang benar-benar nyentrik dan penuh dengan inovasi.

Sama seperti lulusan sarjana pendidikan lainnya, selepas kuliah, tahun 1994 Erin langsung bergerak mencari pekerjaan sesuai dengan bidang perkuliahan yang dijalaninya. Dan tempat pertama yang dia tuju adalah, Woodrow Wilson High School di wilayah Long Beach, California, dan ditempatkan untuk mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris.

Di luar dugaan, ternyata Erin justru masuk ke dalam sekolah, di mana anak-anaknya memiliki masa lalu yang sangat kelam. Ketika itu, wilayah Long Beach sedang mengalami konflik antar geng yang terus berbuat onar, isu perbedaan warna kulit dan lainnya. Tidak terkecuali dengan siswa-siswa di kelas Erin yang hampir semuanya anggota geng jalanan dengan bara dendam sulit terkontrol.

Sadar potensi bahaya, Erin pun akhirnya memutar otak untuk membuat siswanya bangun dari masa kelam. Melihat perkelahian, perang urat saraf, dan penyebaran obat-obatan terlarang, akhirnya membuat Erin marah dan mengungkapkan banyak hal tentang Holocaust dan Nazi. Di luar dugaan, upaya pendekatan tentang sejarah ini telah membuat anak didiknya mulai melunak.

Setelah itu, Erin pun mencoba untuk memaksimalkan ketertarikan siswanya dengan menyuruh mereka menuliskan jurnal pribadi dan kehidupannya. Setelah itu, secara perlahan Erin mulai bisa mengendalikan kelas, dan hubungannya dengan para muridnya pun semakin membaik. Alhasil, murid-muridnya pun kini bisa menikmati kembali ruang kelas 203, yang dulu kerap disebut sebagai neraka.

Perjuangan Erin untuk menuntun siswanya mulai menuai hasil ketika mereka dinyatakan lulus sekolah tinggi dan banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebelum berpisah, Erin menyuruh muridnya untuk menuliskan kembali jurnal-jurnal yang selama ini mereka tulis ke dalam media digital untuk dicetak. Akhirnya, Erin pun menyusun jurnal tersebut dan jadilah buku yang berjudul The Freedom Writers Diary.

Setelah empat tahun mengajar di Woodrow, akhirnya Erin melanjutkan perjuangannya dengan menjadi guru di California State University, Long Beach. Tidak lupa Erin pun mendirikan Freedom Writers Foundation untuk menyebarkan metode Freedom Writers di seluruh dunia. Pengalaman mengajarnya ini pun dia tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul Lessons Learned for Freedom Writers.

Write a Reply or Comment