26 °C
haze
12
Mon
Jakarta

TPH CORNER

29 May 2015
By admintph

Gayatri Wailissa, Menguasai 14 Bahasa Dengan Kesederhanaan

Gayatri Wailissa, Menguasai 14 Bahasa Dengan Kesederhanaan

Meskipun saat ini Gayatri Wailissa telah meninggal dunia, tapi masih menjadi bahan perbincangan banyak orang. Terutama berhubungan dengan kemampuannya dalam menguasai berbagai bahasa asing di dunia. Dengan menguasai 14 bahasa asing secara otodidak, telah banyak prestasi yang berhasil diukirnya. Tidak hanya di tanah air saja, tapi hingga ke kancah internasional.

Belajar bahasa asing secara otodidak

Gadis luar biasa ini lahir dari pasangan Deddy Darwis Wailissa dan Nurul Idawaty. Ayahnya berprofesi sebagai perajin kaligrafi. Di usianya yang masih sangat belia, dia telah dipercaya sebagai Duta ASEAN bagi Indonesia. Dia mewakili Indonesia di ASEAN di bidang anak.

Nama Gayatri Wailissa semakin populer, karena kemahirannya dalam bidang linguistik. Setidaknya dia menguasai 14 bahasa asing dengan baik. Beberapa bahasa asing tersebut adalah bahasa India, Tagalog, Rusia, Jepang, Korea, Perancis, Jerman, Arab, Mandarin, Belanda, Spanyol, Italia dan Inggris. Hebatnya lagi dia menguasai semua bahasa itu tanpa mengikuti kursus. Dia mengasah kemampuannya ini secara mandiri atau otodidak.

Metode yang diterapkannya sangat sederhana, yaitu dengan menonton film asing, mendengarkan lagu dan menterjemahkannya dengan menggunakan kamus. rasa ingin tahunya memang sangat besar terhadap bahasa. Sehingga dia akan mencari tahu artinya dan cara pengucapannya yang tepat. Lalu mempelajari tata bahasa dan cara pengucapannya dari lagu, film dan buku. Sedangkan kamus digunakannya untuk menghafalkan kosakatanya.

Dipercaya menjadi Duta Anak ASEAN

Gayatri Wailissa mulai mencuri perhatian dunia, saat dia mampu masuk seleksi, sebagai duta anak untuk ASEAN. Dia mengikuti tahapan seleksi itu dari tingkatan provinsi sampai dengan tingkatan nasional. Dari proses itu, dia menjalani seleksi kepribadian sampai kemampuan intelektualnya. Kemudian dia masuk dalam 10 besar, dari sekitar ribuan siswa yang mengikuti proses seleksi tersebut.

Dengan kemampuan dan perjuangan kerasnya, akhirnya Gayatri Wailissa berhasil menjadi duta Indonesia untuk ASEAN. Tahun 2012-2013. Setelah resmi terpilih, dia mengikuti pertemuan anak yang berlangsung di Thailand. Acara yang dihadirinya bertajuk “Convention on the Right of the Child (CRC)” atau konvensi hak anak tingkat ASEAN. Dalam acara itu, bahkan Gayatri Wailissa memperoleh julukan sebagai seorang doktor. Karena kemampuannya dalam menguasai 14 bahasa asing.

Gadis yang pernah menimba ilmu di SMA Siwalima, sebuah sekolah unggulan di Maluku ini memiliki prinsip hidup luar biasa. Dalam kehidupan pasti ada rintangan yang harus dihadapi. Tapi dia selalu menerapkan prinsip “Out of The Box”. Maksudnya adalah selalu berpikir di luar kotak, karena kalau cara pandang masih terperangkap di dalam kotak. Maka akan sulit berkembang dan bahkan kesulitan meraih segala impian.

Inspirasi luar biasa diberikan Gayatri Wailissa, fren. Terkadang banyak orang berdalih akan kegagalannya, karena banyaknya rintangan. Tapi Gayatri Wailissa memiliki cara pandang dan semangat besar untuk meraih kesuksesannya. Ayo berbagai inspirasi fren! Sampaikan impian dan usaha mencapainya di kolom komentar.

Write a Reply or Comment