28 °C
few clouds
16
Fri
Jakarta

TPH CORNER

12 Sep 2015
By admintph

Hayao Miyazaki; Sosok Di Balik Dongeng-dongeng Ghibli

Hayao Miyazaki; Sosok Di Balik Dongeng-dongeng Ghibli

Fren, kalau kamu salah satu penikmat film animasi seperti Dreamwork, Disney, atau lainnya, coba deh untuk sedikit mengorek-ngorek karya Studio Ghibli. Pasalnya, studio animasi Jepang ini kerap diasosiasikan sebagai jawaban negeri sakura terhadap dominasi Disney dalam dunia animasi, dan bahkan bisa disebut sebagai antidot Jepang terhadap Disney.

Alasannya, tentu saja karya yang dihadirkan oleh studio animasi ini selalu berdasar hasil coretan tangan para seniman-seniman hebat negeri sakura dengan mengandalkan animasi 2D. Kalau dilihat-lihat, film yang diangkat oleh Ghibli ini lebih mengarah kepada perlawanan formula narasi ala Hollywood.

Walaupun begitu, mereka sanggup membuktikan jika karya tradisional mereka ini sanggup berprestasi di dunia animasi, salah satu buktinya adalah raihan Oscar atau salah satu film mereka yang berjudul “Spirited Away” yang sangat kental dengan filosofi. Tidak hanya itu, Ghibli pun sanggup membuktikan jika film animasi tidak hanya untuk dinikmati oleh anak-anak saja, tapi juga untuk pemirsa dewasa.

Lantas, siapa sih jenius yang berdiri dibalik Ghibli?

Adalah Hayao Miyazaki, seorang sutradara yang kerap berada di balik karya-karya revolusioner dari Ghibli. Dengan menerapkan konsep yang cukup asing untuk paradgima animasi modern, Hayao Miyazaki sanggup menghasilkan beberapa karya luar biasa, di antaranya adalah film animasi penuh fantasi tidak terduga seperti “My Neighbour Totoro” dan drama haru biru penuh kepedihan, “Grave of Fireflies”.

Bahkan khusus untuk Grave of Fireflies, Roger Ebert, kritikus film Amerika Serikat, menyatakan jika film ini merupakan film animasi yang paling realistis yang pernah dia tonton. Tentu saja bukan karena gambar yang ditampilkannya, tapi bagaimana cara Hayao Miyazaki mengaduk-ngaduk emosi penonton hingga membuat film ini terasa nyata.

Sayang, di tengah kebangkitan dunia animasi Jepang yang penuh dengan kejutan, justru Hayao Miyazaki malah memutuskan untuk pensiun. Di sisi lain, pihak studio sendiri menyatakan jika mereka akan rehat hingga batas waktu yang tidak terbatas dari memproduksi film baru sambil mempersiapkan ongkos produksi produksi film yang belakangan ini menjadi sangat tinggi.

Sangat di sayangkan memang, padahal di era jenuh animasi mengkilat buatan komputer seperti sekarang ini, tentu saja kita butuh sosok Hayao Miyazaki yang mampu menghasilkan hasil visual sederhana dari goresan tangan yang membawa kembali konsep kuno, dengan cita rasa tinggi.

Write a Reply or Comment