31 °C
scattered clouds
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

25 Sep 2015
By admintph

Inilah Dia Tim Dibalik Dread Out yang Terkenal Itu

Inilah Dia Tim Dibalik Dread Out yang Terkenal Itu

Fren, kalau kamu ngaku sebagai Gamers sejati, tentu kamu tahu dong Games buatan anak bangsa yang sekarang lagi heboh jadi pembicaraan di dunia maya. Ya, Games berjudul Dread Out begitu populer karena mengangkat tema tentang anak sekolah yang harus berhadapan dengan segerombolan hantu khas Indonesia.

Games ini sendiri buatan Digital Happiness, yang digawangi oleh anak muda kreatif yang bermarkas di Bandung, bernama Rachmad Imron. Bagaimana sih kisah sukses Rachmad dalam membangun Digital Happiness hingga akhirnya bisa sampai menghasilkan Dread Out?

Kepada salah satu media teknologi terkemuka di Indonesia, Rachmad menuturkan jika proses terciptanya Dread Out bukanlah hal yang mudah. Dirinya bahkan harus kerja banting tulang, dan bahkan sempat beberapa kali mengalami kegagalan dalam menciptakan studio Games.

Rachmad menuturkan, selama kuliah, dirinya sama seperti mahasiswa lainnya yang hobi ugal-ugalan. Dirinya bahkan mengaku jika sebagian besar waktunya kerap dihabiskan hanya untuk bermain game, mempelajari desain 3D, membaca manga dan tentu saja dirinya pun mengaku sebagai maniak illegal download.

Walaupun begitu, masa-masa gondrong dan geeky tersebut akhirnya bisa dilalui. Insafnya Rachmad pun akhirnya ditandai dengan menjadi seorang dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan mengajar untuk mata kuliah Permodelan Digital. Sayang, dirinya hanya kuat selama dua tahun menjadi pengajar.

Setelah itu, Rachmad pun mencoba mendirikan beberapa startup, salah satunya adalah startup yang bergerak di bidang digital Training, yang kemudian hancur lebur tak bersisa. Seolah tidak pernah kapok, Rachmad pun akhirnya mendirikan layanan konsultasi grafis dan technical animation. Startup inilah yang belakangan ini menjadi fondasi awal terbentuknya Digital Happiness.

Lebih jauh lagi, Rachmad menuturkan jika kenangan yang paling manis adalah ketika dirinya memulai startup. Dirinya hanya mengerjakan semua proyek dari bilik sempit di sebuah kos. Karena keterbatasan inilah dirinya selalu bingung ketika ada klien yang ingin berkunjung.

Tapi tentu saja ini masa lalu. Kini Rachmad sudah memiliki kantor sendiri dan bekerja di ruangan yang jauh lebih luas dan nyaman. Tidak hanya itu, dirinya pun kini tidak sendiri lagi, karena sudah memiliki staf sebanyak 22 orang. Walaupun begitu, Rachmad mengaku jika impian untuk mendirikan studio Games masih terus berlanjut, dan Dread Out merupakan sang pembuka jalannya.

Write a Reply or Comment