27 °C
broken clouds
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

28 Mar 2016
By admintph

Sekolah Gratis untuk Animator Erix Soekamti

Sekolah Gratis untuk Animator Erix Soekamti

Berawal dari rasa kecewa yang mendalam akan sistem kurikulum di sekolah, akhirnya Erix Soekamti berinisiatif untuk mendirikan sekolahnya sendiri. Tentu saja sekolah yang out of the box dan sesuai dengan karakternya. Maka jadilah sebuah sekolah ideal ala Erix Soekamti bernama Does University.

Berbeda dengan sekolah lainnya, Does University merupakan sekolah khusus untuk anak-anak yang berbakat dan hanya mengajarkan materi-materi yang disukai anak didiknya. Untuk memaksimalkan sistem pendidikannya, sekolah ini dibuka dengan sistem karantina selama enam bulan.

Untuk generasi pertama, Does University lebih terfokus kepada sekolah animasi. Hanya saja, karena fasilitas yang dimilikinya masih sangat terbatas, akhirnya pentolan Group Band Endang Soekamti  ini memutuskan untuk membuat seleksi dan hanya 10-15 murid saja yang akan diterimanya.

Seolah tidak ingin setengah-setengah dalam proyek pendidikannya ini, Erix pun berani menyediakan guru-guru yang kompeten di bidangnya. Menurutnya, target utama Does University adalah, harus mampu mencetak 100 animator profesional dengan pola pikir yang terbuka.

Mengenai alasan kenapa lebih memilih mata pelajaran animasi. Erik menyatakan jika ide ini terlontar ketika dia melihat industri animasi lokal yang masih sangat tertinggal. Menurutnya, setidaknya ada dua kelemahan di Industri animasi Indonesia, yang pertama karena SDM-nya, dan karena Industrinya.

Walaupun begitu, industri animasi yang nggak bener ini ditenggarai karena SDM-nya juga yang kurang mumpuni. Kalau SDM-nya sudah matang, sudah tentu animasi di Indonesia pun akan berkembang. Bagaimanapun juga, persaingan ini akan membuat para animator terpacu untuk belajar lebih baik.

Harus diakui, dunia animasi kita memang sudah tertinggal jauh, bahkan kita kalah jauh dengan negeri tetangga, Malaysia. Tapi dengan adanya Does University ini, semoga bisa menginspirasi para musisi dan profesional lainnya untuk bisa lebih peduli dengan dunia pendidikan, terutama dunia animasi.

Ingat Fren, tidak ada kata terlambat untuk belajar, tidak ada kata terlambat untuk mencoba. Siapa tahu jebolan Does University ini nantinya akan mampu menjadi animator-animator handal yang bisa mengangkat nama Indonesia berlari di kancah Internasional.

Write a Reply or Comment