28 °C
few clouds
16
Fri
Jakarta

TPH CORNER

23 Mar 2016
By admintph

Supaya Buku Jadi Film Ala Raditya Dika

Supaya Buku Jadi Film Ala Raditya Dika

Nama Raditya Dika belakangan ini melambung tinggi di jagat hiburan Indonesia. Selain karena buku-bukunya yang di tulis, pria yang mengawali karier kepenulisannya di Blog ini dikenal karena beberapa novel yang dia tulis kerap diangkat menjadi sebuah film.

Beberapa film yang bersumber dari bukunya sudah dia keluarkan. Sebut saja film Cinta Brontosaurus, Marmur Merah Jambu dan film-film lainnya yang diangkat dari buku. Yang paling spesial, tulisan novel dan hasil filmnya, sama-sama bikin kita ngakak Fren!

Tapi apa sih rahasia supaya buku yang kita tulis bisa jadi Film seperti yang dilakukan Raditya Dika?

Pertanyaan ini mungkin akan menjadi pertanyaan standar bagi beberapa orang penulis. Pasalnya, sangat sedikit penulis yang bisa sukses lewat dua dunia langsung, seperti Novel dan Film. Mengenai hal ini, tentu pria yang disapa Dika ini punya rahasianya.

Pertama Follow Your Passion, atau ikuti apa yang kamu sukai. Kalau kamu belum menemukannya, maka cari dan tentukan satu arah saja. Bagaimanapun juga, passion akan membuat bara semangat kamu untuk berkarya tetap membara.

Dalam sebuah kesempatan, Dika sempat berujar, “Kerjakan apa yang kamu cintai, maka kamu bisa hidup darinya. Dengan hidup dari apa yang kita cintai, maka kamu bisa mencintai hidup kamu sendiri”.

Yang kedua adalah jadikan kegelisahan sebagai sumber inspirasi. Menurutnya, daripada galau nggak berujung, mendingan kamu utarakan saja kegelisahan yang sedang kamu rasakan untuk menjadi sebuah karya. Jangan minder, beberapa penulis terkenal pun kerap menggunakan kegelisahan sebagai inspirasi kok!

Menurut Dika, ada 3 jenis lapisan kegelisahan yang biasanya nyempil di hati kita, yakni Inner self, Outer self dan The World Within atau kegelisahan dari lingkungan sekitar. Bahkan sering Dika menggunakan ini untuk acara Standup Comedy. Tapi ini berlaku juga untuk segala jenis karya, termasuk Film!

Yang ketiga adalah hadapi Moments of Doubt. Bagaimanapun juga, masa-masa keraguan itu akan muncul ketika kita mulai melangkah. Bahkan acara Talkshow pertama yang dia lakukan, sempat hanya dihadiri 4 orang saja, yakni 3 orang anak SMP dan satu lagi Ibunya.

Untuk itu, mulailah untuk melangkah tanpa keraguan. Bebaskan diri kamu dari hal-hal yang membuat kamu terkurung, seperti ingin tulisannya lucu, ingin seperti ini, ingin seperti itu dan lainnya. Jadilah diri sendiri dan arahkan cerita kamu agar mengalir begitu saja.

Dengan begitu, sedikit demi sedikit tulisan kamu akan menjadi lebih baik, dan bukan tidak mungkin tulisan kamu ini akan diangkat ke layar lebar. So, mulailah goyangkan jari kamu untuk memulai sebuah karya Fren! Ingat, kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Write a Reply or Comment