31 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

15 Sep 2015
By admintph

Usia Muda Bukan Berarti Halangan untuk Mengharumkan Nama Bangsa

Usia Muda Bukan Berarti Halangan untuk Mengharumkan Nama Bangsa

Setiap warga negara Indonesia punya kewajiban untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia. Bukan alasan masih muda, karena semuda atau setua apapun, jika kamu memang berniat untuk mengharumkan nama bangsa, maka tunggu apalagi? Mengharumkan nama bangsa tentunya dapat dengan berbagai cara. Seperti tiga nama berikut ini yang mungkin fren tidak pernah mendengar, tahu, bahkan melihat orangnya. Siapa saja mereka dan apa yang sudah dilakukan untuk mengharumkan nama bangsa, baik di dalam negeri maupun hingga ke luar negeri?

CEO Thisable Enterprise

Usianya masih muda dan jika dilihat dari kesempurnaan fisiknya, ia terbilang kurang beruntung karena menyandang tuna rungu. Namun, meskipun usianya masih muda, Angkie Yudistia sudah termasuk orang yang berhasil mengharumkan nama bangsa. Apa karyanya? Angkie Yudistia adalah pendiri sekaligus CEO Thisable Enterprise. Yaitu, perusahaan yang bergerak dengan misi di bidang sosial. Wanita kelahiran 5 Juni 1987 ini membantu para difabel agar dapat terus berkarya. Angkie Yudistia yang tuna rungu telah membuktikan bahwa ketebatasan bukan halangan. Di tahun 2011, ia juga meluncurkan sebuah buku berjudul “Invaluable Experience to Pursue Dream”. Angkie Yudistia telah berhasil membuktikan bahwa seorang tuna rungu bisa memberikan motivasi dan semangat kepada banyak orang.

Animator Film Animasi Populer

Pernahkah kamu berpikir bahwa karya dari film-film animasi populer yang sudah tayang di bioskop bahkan sudah diputar berkali-kali di layar kaca televisi adalah hasil karya anak bangsa? Faktanya, beberapa animasi populer seperti Avengers 1, Avengers 2, Hobbit 1, Hobbit 2, Adventures of Tintin: Secret of Unicorn adalah beberapa karya animator anak bangsa bernama Rini Sugianto. Usianya yang masih muda berhasil menciptakan karya animasi yang sudah diakui dunia. Dengan karya-karyanya, Rini Sugianto yang pernah mengenyam pendidikan di Academy of Art, University San Fransisco ini memberikan bukti bahwa para animator Indonesia adalah animator yang memiliki karya luar biasa dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

CEO Klinik Sampah

Di klinik sampah, sampah-sampah dikelola dengan sangat baik. Siapa yang menyangka, pendiri dan CEO Klinik Sampah bernama Gamal Albisaid adalah seorang pria muda. Gamal Albisaid sendiri adalah dokter muda yang peduli terhadap masalah kesehatan warga miskin. Bukan menyuruh warga miskin untuk bekerja di TPA, melainkan menjadikan sampah sebagai biaya untuk berobat. Gamal Albisaid menerima sampah yang dapat didaur ulang dari warga miskin yang akan berobat. Setiap sampah yang dibawa dipatok dengan harga sepuluh ribu rupiah. Alhasil, penghargaan berupa HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner 2014 berhasil diraih. Jadi, apakah fren juga tergerak untuk mulai melakukan sesuatu yang dapat untuk ikut mengharumkan nama bangsa?

Write a Reply or Comment