31 °C
moderate rain
19
Mon
Jakarta

TPH CORNER

07 Oct 2015
By admintph

Michael Reynold Tagore, Animator Surabaya di Balik Film Hollywood

Michael Reynold Tagore, Animator Surabaya di Balik Film Hollywood

Fren, kamu suka menonton film Hobbit, Iron Man 3 atau The Avenger? Kalau kamu termasuk penikmat film dengan detail animasi yang sangat mengagumkan, berarti kamu termasuk penikmat karya besar salah satu anak bangsa. Dia adalah Michael Reynold Tagore, anak Surabaya yang kini tinggal di New Zealand.

Walaupun sudah sukses berkarier di luar negeri, tapi dalam kesehariannya, Reynold sangat jauh dari kesan glamor. Padahal kalau di lihat dari karya-karyanya, pria kelahiran Surabaya 24 Mei 1979 tersebut sudah dipercaya menjadi menjadi salah satu tekstur artis di Weta Digital, New Zealand. Salah satu puncak kariernya adalah ketika dia ditugaskan untuk mendesain karakter tokoh-tokoh dalam Iron Man 3.

Pria yang juga jebolan pascasarjana University Technology of Sidney Jurusan Desain Grafis tersebut menyatakan jika membuat animasi bukan hanya membutuhkan imajinasi dan kreativitas tinggi. Tapi dunia animasi butuh keseriusan yang tinggi. Tentu saja, untuk bisa duduk di puncak kariernya, dia harus berjuang ekstra keras, siang dan malam.

Sebelum bergaung dari Weta Digital, Reynold mengaku pernah bekerja di Warner Bross. Debut Reynold di dunia animasi adalah, ketika dia terlibat langsung dalam penggarapan film Hobbit. Setelah itu, Reynold dipercaya untuk memoles animasi film-film laris lainnya, seperti Iron Man 3 dan Superman : Man of Steel.

Minatnya terhadap dunia animasi terus dia pupuk hingga kuliah S-2 di Sidney. Ketika itu, Reynold sangat terpesona dengan detail garapan animasi 3D film Lord of The Rings. Setelah itu, film tersebut dia otak-atik, kemudian dia kirimkan Warner Bross. Di luar dugaan, animasi yang di buat Reynold dilirik produser untuk kemudian dia gunakan dalam beberapa film box office.

Terkait dunia animasi Indonesia, Reynold melihat jika perkembangan dunia animasi Indonesia, dalam 10 tahun terakhir ini, mengalami banyak kemajuan. Tapi supaya lebih meningkat kemampuan, dia mengaku harus menjadikan animasi produksi luar negeri sebagai acuan. Bagaimanapun juga, dirinya tidak mau di pandang sebagai animator yang jago kandang.

Well, selamat berjuang om Reynold, semoga suatu saat nanti kamu bisa kembali ke Indonesia dan ikut mengembangkan dunia animasi di dalam negeri. Semoga saja!

Write a Reply or Comment