25 °C
haze
12
Mon
Jakarta

TPH CORNER

07 Oct 2015
By admintph

Nadiem Makarim, Kuliah di Harvard – Sukses Bisnis di Tanah Air

Nadiem Makarim, Kuliah di Harvard – Sukses Bisnis di Tanah Air

Fren, kamu tahu nggak dengan sosok Nadiem Makarim? Yup, anak muda kreatif ini namanya semakin di kenal publik seiring dengan kesuksesan Go-Jek di kalangan masyarakat. Tapi yang paling mengejutkan, faktanya Nadiem mengaku kalau dirinya bukan terlahir dari latar belakang pengusaha.

Sebelum membangun bisnis layanan ojek berbasis aplikasi, Nadiem mengaku jika dulunya dia merupakan pegawai di salah satu perusahaan aplikasi belanja online. Karena memiliki mobilitas yang tinggi, akhirnya pria lulusan Harvard tersebut malah lebih memilih ojek ketimbang mobil pribadi sebagai penunjang kegiatan sehari-harinya.

Berawal dari kebiasaannya naik ojek, akhirnya pada tahun 2011 silam, Nadiem perlahan merintis aplikasi layanan ojek Online yang di kenal dengan nama Go-Jek. Pada waktu itu, aplikasi ini masih berupa sistem sederhana, di mana si penumpang masih memakai telepon manual dan berkirim pesan via aplikasi pesan instan saja.

Meninggalkan Jabatan Strategis Demi Go-Jek

Tiga tahun setelah merilis Go-Jek, Nadiem pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan perusahaannya. Alasannya sederhana, dia tidak betah bekerja di perusahaan orang lain, dan ingin mengontrol takdir dirinya sendiri. Padahal ketika itu, Nadiem memiliki jabatan yang cukup strategis, yakni direktur e-commerce.

Dengan bekal pengalamannya bekerja di perusahaan berbasis teknologi informasi, akhirnya Nadiem sedikit demi sedikit mulai fokus untuk mengembangkan Go-Jek. Berdasarkan pengakuannya, Nadiem menyebut jika bisnis yang dijalankannya ini bukan bisnis transportasi, tetapi sebagai perusahaan aplikasi yang berjiwa sosial. Dia hanya menghubungkan antara ojek Jakarta dengan pelanggannya.

Dari awalnya dia hanya memiliki pengendara ojek sebanyak 20 orang, sekarang Nadiem berhasil memfasilitasi sebanyak lebih dari 10 ribu pengendara ojek. Secara tidak langsung, dia pun telah membuat pengendara ojek naik kelas dengan pemahaman teknologi berbasis smartphone dan linguistik yang berkembang dengan sangat baik.

Bahkan menurutnya, ada salah satu pengendara Go-Jek yang sudah bisa berbicara bahasa Inggris karena dia sering melayani para ekspatriat di ibu kota. Lebih lanjut lagi, potensi seperti ini sebenarnya natural saja, bahkan pihaknya tidak pernah mengajarkan hal ini kepada mereka.

Terlepas dari semua kontroversi yang diterima pada pengendara Go-Jek, harus diakui jika Nadiem merupakan sosok anak muda penuh inovasi dengan kemampuan di atas rata-rata. Setuju Fren?

Write a Reply or Comment