28 °C
few clouds
16
Fri
Jakarta

TPH CORNER

23 Nov 2015
By admintph

Andri Rizki Putra, Jujur Adalah Segalanya

Andri Rizki Putra, Jujur Adalah Segalanya

Andri Rizki Putra, namanya mungkin nggak begitu familiar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tetapi pemuda berusia 24 tahun ini berhasil membuat perubahan yang dimulai dari lingkungannya. Berawal dari keresahannya mengenai sistem pendidikan Indonesia yang banyak membuka peluang untuk ketidakjujuran membuat Andri memutuskan untuk membuat sistem belajarnya sendiri. Lahir di lingkungan keturunan Tionghoa nggak membuat Andri hidup dengan nyaman dan menikmati apa yang sudah ada. Sebaliknya, pemuda yang lulus cum laude dari FHUI ini justru gerah dengan sistem pendidikan Indonesia yang mementingkan angka tinggi dibanding kejujuran.

Keluar dari SMA dan masuk Kejar Paket C

Keputusan Andri untuk menempuh jalur Kejar Paket C bukan karena dia nggak lulus, Fren. Dia memutuskan sendiri keluar dari sekolahnya yang merupakan sekolah unggulan dan melepas beasiswa yang diberikan kepadanya. Kemarahannya dimulai ketika ujian nasional SMP tahun 2006 yang ditempuhnya. Ketika itu ia mendapati guru-guru di sekolahnya seakan mengacuhkan perbuatan curang yang dilakukan oleh siswa lain selama ujian. Andri kemudian berniat untuk melaporkan kecurangan tersebut kepada kepala sekolahnya namun dihalangi oleh guru yang lain.

Nggak menyerah untuk melawan ketidakadilan ini, Andri berniat untuk mengekspos kecurangan yang terjadi di media massa dan melaporkan sekolahnya ke ICW (Indonesia Corruption Watch). Tetapi lagi-lagi niatnya ini dihalangi oleh orang-orang di sekitarnya. Andri bahkan dikabarkan sempat dikucilkan oleh teman-temannya. Hingga akhirnya masuk ke SMA, ia memutuskan berhenti sekolah hanya setelah beberapa bulan saja dan lanjut ke Kejar Paket C. Di sini, Andri berhasil lulus SMA hanya dalam waktu satu tahun.

Yayasan Pemimpin Anak Bangsa

Andri bertekad untuk berkontribusi untuk perubahan pendidikan yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan mendirikan Yayasan Pemimpin Anak Bangsa yang merupakan sebuah lembaga swadaya dan bergerak di bidang pendidikan bagi mereka yang putus sekolah karena nggak mampu, tanpa memberikan batasan usia, pekerjaan, atau status. Awalnya, Andri mendirikan yayasan Masjidschooling yang saat itu dilaksanakan di teras Masjid Baiturrahman, Bintaro.

Yayasan Pemimpin Anak Bangsa didirikan pada tahun 2012 yang memberikan pendidikan gratis dan membantu siswa-siswanya untuk bisa ujian Paket A, B, dan C. Tenaga pengajar di YPAB juga bekerja dengan sukarela yang terdiri dari anak-anak muda berusia 20-30 tahun yang memiliki latar belakang pendidikan dan profesional.

Nggak butuh murid pintar

Semua siswa yang belajar di yayasan milik Andri adalah mereka yang terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi. Jadi nggak jarang ada orang dewasa yang masih belajar di tingkat SMP atau orang tua yang masih belajar berhitung. Meski mereka masuk dengan bekal tingkat pendidikan yang rendah, banyak alumni YPAB yang sudah berhasil menaikkan tingkat derajatnya. Misalnya siswa yang tadinya adalah penjual koran kini telah menjadi admin di sebuah media, lalu PRT yang berubah profesi menjadi admin kantoran, bahkan nggak sedikit yang bisa melanjutkan kuliah dengan ijazah paket hasil belajar di YPAB. Bagi Andri, dia nggak butuh murid yang pintar, yang penting jujur dan berintegritas.

Write a Reply or Comment