27 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

15 Jan 2016
By admintph

Arief Widhiyasa Berhasil Jadi Gamers Berprestasi

Arief Widhiyasa Berhasil Jadi Gamers Berprestasi

Menghabiskan banyak waktu untuk bermain game biasanya kita akan selalu kena marah ya fren. Apalagi banyak kasus anak yang doyan main game lebih pilih bolos sekolah untuk main game atau bahkan sampai rela berbuat kriminal demi mendapatkan uang untuk main game. Tapi jadi gamer nggak selamanya negatif kok fren, kalau fren serius mau berkecimpung di dalam game dan punya passion dengan game kenapa nggak cari prestasi yang berhubungan dengan game? Seperti yang dilakukan oleh Arief Widhiyasa, pemuda kelahiran Singaraja, 4 April 1987. Arief yang masih sangat muda ini mengaku sejak kecil adalah gamer hardcore, waktu luang setelah sekolah ia habiskan untuk bermain game. Tapi ketertarikan Arief terhadap dunia game membuatnya tertarik untuk belajar cara membuat game. Sampai akhirnya kini ia mendirikan perusahaan startup game yang sudah punya banyak prestasi.

Agate Studio, anak hasil kawin Arief dengan game

Arief Widhiyasa bersama dengan kawan-kawannya di kampus punya proyek untuk membuat game tanpa menggunakan budget. Game tersebut kemudian jadi titik awal 17 orang pemuda ini untuk mendirikan sebuah perusahaan pembuat game. Akhirnya didirikanlah sebuah studio pembuat game bernama Agate Studio yang resmi didirikan pada tanggal 1 April 2009. Perusahaan Arief Widhiyasa ini punya motto yang menarik yaitu “Live The Fun Way”. Hal ini terinspirasi karena selama jaman sekolah, orang tua Arief Widhiyasa tidak pernah membatasi putranya untuk bermain game dan memberinya banyak kebebasan. Jadilah seorang pemuda yang kreatif dan mandiri dan bisa menghasilkan uang dari hobinya.

Drop out dari ITB demi game

Karena ingin fokus dalam mengembangkan perusahaan yang kini ia pimpin bersama dengan puluhan karyawan lainnya, Arief Widhiyasa memutuskan untuk keluar dari kampus kebanggaannya yaitu ITB. Keputusan ini tidak mendapat tentangan dari orang tua Arief karena kedua orang tuanya juga seorang entrepreneur. Tetapi menurut Arief beberapa orang tua dari co-foundernya sempat sanksi dengan perusahaan game Agate karena berbeda dengan karir yang konvensional. Dengan seiring berjalannya waktu dan semakin bertambah prestasi dari studio Agate, akhirnya restu orang tua pun didapat.

Salah satu game yang paling sukses pernah dibuat oleh Agate Studio adalah Earl Grey And This Rupert Guy yang dibuat pada bulan September 2010. Game puzzle ini langsung mendapatkan 1 juta pemain hanya dalam minggu pertama peluncurannya. Ada juga Footbal Saga yang diluncurkan pada bulan Februari 2011 yang sampai sekarang terdapat sekitar 58.000 pemain aktif setiap bulannya dan 10.000 pemain aktif setiap harinya. Serta masih banyak lagi game-game berprestasi yang sudah pernah dikeluarkan oleh Agate Studio.

Gaji 50 ribu sampai bekerja sama dengan Square Enix

Awal mendirikan Agate Studio tentu tidak mudah, Arief Widhiyasa ketika itu hanya mampu untuk menggaji karyawan sebesar 50 ribu. Tapi sekarang Agate Studio sudah semakin besar dan menghasilkan banyak game berkualitas. Bahkan Agate Studio berhasil menggandeng studio game asal Jepang, Square Enix, untuk membuat game kolaborasi. Kalau fren tertarik mencoba game hasil kolaborasi Agate dan Square Enix ini, coba cari game yang judulnya Sengokuixa.

Write a Reply or Comment