30 °C
few clouds
19
Mon
Jakarta

TPH CORNER

16 Jan 2016
By admintph

Dewi “Dee” Lestari, Penyanyi yang Bangga Jadi Penulis

Dewi “Dee” Lestari, Penyanyi yang Bangga Jadi Penulis

Trio vocal Rida Sita Dewi (RSD) sempat menyemarakan belantera musik Indonesia pada eranya dulu. Pasalnya trio vocal tersebut memberikan lanturan suara merdu yang terkemas lengkap dengan wajah cantik setiap anggotanya. Namun, sayang trio vocal tersebut mesti bubar karena keinginan menjalani karir masing-masing.

Adapun salah satu pentolan trio vocal RSD yang cukup menonjol yaitu Dewi Lestari Simangunsong. Dee begitu sapaan akrabnya kini lebih populer sebagai penulis. Dee pun mengaku bangga menjadi penulis. Bagi fren yang hobi membaca tentu tidak asing dengan buku berjudul Supernova yang merupakan hasil karya dari Dee.

Penulis yang Bangga Jadi Penulis

Dewi Lestari lahir di Bandung tanggal 20 Januari 1976. Setelah trio vocal RSD bubar, Dee terlihat lebih aktif sebagai penulis. Supernova yang dirilis pertama kali tahun 2001 seketika waktu meledak di pasaran dan menjadi best seller di Indonesia. Berkat buku itu juga, nama Dee semakin populer sebagai seorang penulis papan atas Indonesia dibanding penyanyi.

Putri dari pasutri Yohan Simangunsong dan Tiurlah br Siagian ini didapati gemar bernyanyi dan bermain piano sejak kecil. Bakatnya tersebut sepertinya diwarisi dari kedua orang tua. Karena itulah, tidak heran bila Dee memiliki suara merdu dan sebagai penyanyi kemampuannya tidak perlu diragukan lagi.

Sebelum dikenal sebagai trio vocal RSD, Dee meniti karir menjadi back vocal sejumlah penyanyi ternama. Baru sekitar Mei 1996, terbentuk trio vocal RSD atas inisiatif Ajie Sotama dan juga Adi Adrian. Trio Vocal RSD merilis beberapa album yang booming di pasaran. Sebut saja seperti Antara Kita, Bertiga, Satu, dan The Best of Rida Sita Dewi. Selain merilis album bersama RSD, Dee juga sempat merilis album tunggal Out of Shell dan Recto Verso. Salah satu lagu dalam Recto Verso yakni Malaikat Juga Tahu menjadi lagu andalan yang merajai tangga musik tanah air.

Gemar Menulis Sejak Dulu

Sebelum populer sebagai penulis seperti sekarang ini, Dee mengaku sudah senang menulis sejak dulu. Hanya saja memang tidak banyak yang mengetahui hobi menulis Dee. Saat masih duduk di bangku SMA misalnya, Dee sempat menulis dan menerbitkan 15 buah cerpen di buletin sekolah. Bahkan beberapa judul cerpen sempat diterbitkan di media cetak seperti cerpen Sikat Gigi yang terbit di Jendela Newsletter. Tahun 1993, Dee juga pernah merebut juara pertama untuk lomba menulis di Majalah Gadis.

Tidak hanya itu saja. Tulisan cerita bersambung Rico the Coro juga diterbitkan Majalah Mode tahun 1996. Hanya saja hobi menulis Dee sempat terlupakan saat karir menyanyinya meroket. Cukup masuk akal karena jadwal manggung Dee terbilang padat. Tetapi, keinginan Dee untuk menulis tetap ada dalam benaknya. Karena itulah, Dee akhirnya meluangkan waktu kembali menulis di tengah jadwal sibuknya. Keinginan keras Dee nyatanya berbuah pada novel pedana berjudul Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh yang laris-manis.

Menulis bagi Dee memiliki nilai spiritual tinggi. Jadi sebenarnya bukan hanya hobi semata, malah sudah seperti kebutuhan.

“Saya pribadi telah menganggap segala hal merupakan ritual, segala hal adalah ibadah. Semua dalam hidup saya merupakan ibadah, demikian pula dengan menulis Supernova.”

Write a Reply or Comment