31 °C
moderate rain
19
Mon
Jakarta

TPH CORNER

18 Jan 2016
By admintph

Keliling Negeri untuk Bela Kaum Difabel, Mbak Sri Namanya

Keliling Negeri untuk Bela Kaum Difabel, Mbak Sri Namanya

Sri Lestari, seorang staf UCPRUK (UCP Roda Untuk Kemanusiaan) diketahui menderita kelumpuhan sejak usianya 23 tahun. Wanita yang lebih akrab disapa Mbak Sri itu pun tidak lantas meratapi kelumpuhan yang dialami. Malah sebaliknya. Mbak Sri sudah membuka mata banyak orang dengan melakukan perjalanan keliling Indonesia. Perjalanan keliling negeri tersebut bertujuan mulia yakni seperlu mengkampanyekan hak-hak warga yang mempunyai nasib sama dengannya.

Kampanye Keliling Negeri

Sudah 10 tahun belakangan ini, Mbak Sri mendapati kesulitan untuk beraktivitas bebas di luar rumah. Seperti kehilangan kebebasan dan kemerdekaan. Pada waktu itu, Mbak Sri mengaku sempat kehilangan kemandirian lantaran tidak bisa melakukan banyak aktivitas seorang diri lagi.

Akan tetapi, kehidupan Mbak Sri seolah kembali normal pasca menggunakan kursi roda adaptif dan juga motor yang sudah dimodifikasi dari UCPRUK. Malah sejak 2 tahun terakhir, Mbak Sri sudah melakukan perjalanan keliling negeri mulai dari Banca Aceh sampai ke ibukota Jakarta.

Tidak berhenti di situ saja. Perjalanannya masih berlanjut sampai ke Bali menggunakan motor modifikasi yang diterimanya. Perjalanan tersebut memiliki tujuan mulia yaitu mengkampanyekan hak-hak dari kaum difabel.

Merasa Keterbatasan yang Sama

Salah satu hal yang membuat Mbak Sri tergerak untuk melakukan perjalanan kampanye karena merasa keterbatasan yang sama.

“Saya memahami benar apa yang dirasakan oleh para difabel rasakan, yaitu keterbatasan,” demikian papar Mbak Sri.

Adapun semenjak Mbak Sri mendapatkan “kebebasannya” kembali, Mbak Sri menjadi seseorang yang sangat menginspirasi. Terutama bagi kaum difabel dan tidak terkecuali masyarakat luas. Sampai berita ini diturunkan, Mbak Sri diketahui sudah mengunjungi lebih dari 25 kota di tanah air. Dari perjalanannya tersebut, Mbak Sri pun sudah menginspirasi banyak orang.

Perjalanan untuk Perubahan

Belum lama ini, Mbak Sri juga giat mengadvokasi hak-hak kaum difabel melalui Perjalanan Untuk Perubahan. Perjalanan tersebut sudah dilakukan tanggal 21 September 2015 sampai 13 Oktober 2015 lalu dan disaksikan langsung oleh pemda setempat. Dalam perjalanan tersebut Mbak Sri melintasi jalur Sulawesi lalu mampir di beberapa kota lain seperti Tentena dan Gorontalo.

Perjalanan melintasi pulau Sulawesi tersebut ditutup di Makassar. Total perjalanan yang dilakoni Mbak Sri tercatat sejauh 1.871 km. Besar harapan agar perjalanan tersebut dapat menjadi wadah refleksi dan sekaligus menjadi aksi nyata untuk kaum difabel yang ada di Sulawesi secara khusus ataupun Indonesia secara menyeluruh.

“Saya merupakan contoh nyata dari seorang difabel yang dapat mandiri dan berkembang setelah menerima hak untuk akses serta kesempatan di lingkungan sekitar ataupun masyarakat luas. Harapan saja akan muncul difabel-difabel lain yang jauh lebih tangguh, mandiri, dan berpotensi,” demikian papar wanita asli Klaten, Jateng tersebut.

Write a Reply or Comment