31 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

12 Mar 2016
By admintph

Kisah Warsito Purwo Taruno, Penemu Pembasmi Kanker

Kisah Warsito Purwo Taruno, Penemu Pembasmi Kanker

Fren pasti tahu dengan penyakit bernama kanker. Penyakit satu ini tergolong sebagai penyakit mematikan. Timbul tanpa gejala dan tahu-tahu penderita sudah memasuki stadium IV. Kanker dapat dialami oleh siapa saja. Obat untuk menyembuhkan kanker pun masih tergolong sulit untuk ditemukan. Namun, salah satu peneliti asal Indonesia yang kini berkarir di Jepang berhasil menemukan pembasmi kanker. Beliau bernama Warsito Purwo Taruno.

Mengawali Riset di Indonesia

Kisah Warsito Purwo Taruno diawali di tanah kelahirannya Indonesia. Beliau melakukan berbagai riset tentang alat medis pembasmi kanker. Namun, usahanya ternyata tidak diterima di negerinya sendiri. Hingga beliau memutuskan untuk terbang ke negeri sakura.

Tidak diterima di Indonesia, Menuju ke Jepang

Merasa tidak diterima, akhirnya beliau memutuskan untuk melakukan riset di Jepang. Tepatnya beliau fokus untuk mengembangkan alat medis pembasmi kanker di Shizuoa University. Hingga akhirnya, beliau berhasil mengembangkan ECVT untuk dua jenis kanker, fren. Warsito Purwo Taruno berhasil menciptakan alat medis pembasmi kanker otak dan kanker payudara.

Solusi Kanker Otak

Ketika terdapat pasien kanker otak yang sudah memasuki stadium lanjut, maka alat medis milik beliau tentu berguna. Sel kanker yang sudah menyebar hingga ke bagian tengah dari batang otak dapat dihilangkan dengan alat medis ECCT. Bahkan ketika ECVT dan ECCT berhasil dipatenkan, kedua alat medis pembasmi kanker tersebut menjadi alat pertama yang ada di dunia.

Warsito Purwo Taruno, Patenkan Alat Medis Pembasmi Kanker

Tahun 2006, beliau mematenkan hasil risetnya, yaitu ECVT (Electric Capacitance Volume Tomography). Alat tersebut berguna untuk melakukan terapi bagi penderita kanker. Kemudian tahun 2012, beliau kembali mematenkan ECCT (Electro Capacitive Cancer Therapy). Baik ECVT dan ECCT sebagai turunannya, bekerja dengan gelombang nonradiasi. Bahkan alat medis pembasmi kanker milik beliau bukan sekadar paten, namun sudah paten internasional.

Alat Medis Pembasmi Kanker yang Ampuh

Alat medis pembasmi kanker otak dirancang oleh beliau dalam bentuk helm. Helm yang dilengkapi dengan lubang konektor. Sehingga nantinya dapat tersambung dengan sistem komputer. Dari situlah beliau dapat melihat seperti apa perkembangan dari sel-sel kanker otak. Pasien penderita kanker otak yang memakai Brain Cancer Capacitive Therapy hasil riset beliau mampu benar-benar sembuh hanya dalam waktu dua bulan. Selain itu, beliau juga menciptakan alat medis pembasmi kanker payudara. Alat medis tersebut mirip dengan rompi dengan gelombang listrik statis. Daya yang dipergunakan adalah tenaga baterai. Dan beliau fren, melakukan uji coba alat medis Breast Cancer Electro Capacitive Therapy untuk saudara wanitanya sendiri. Diketahui kakak Warsito terserang kanker payudara yang sudah masuk stadium IV. Dan hasilnya, kanker payudara dapat disembuhkan. Fren, sungguh luar biasa kerja keras dari beliau, seorang peneliti yang menempuh pendidikan doktor di Shozuoka University tidaklah sia-sia.

Write a Reply or Comment