27 °C
broken clouds
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

17 Nov 2015
By admintph

Mengenal Joko Anwar Lebih Dekat

Mengenal Joko Anwar Lebih Dekat

Fren pernah menonton atau seenggaknya mendengar film Arisan!, Biola Tak Berdawai, Janji Joni, atau Modus Anomali? Semuanya punya kesamaan yaitu orang berpengaruh di balik layarnya, Joko Anwar. Joko Anwar, pria yang lahir 39 tahun lalu tepatnya 3 Januari 1976 di Medan, merupakan penulis skenario, sutradara, produser, hingga pemain film yang cukup berpengaruh di bidangnya. Di samping itu, Joko Anwar juga merupakan sosok yang opininya banyak dibaca di sosial media twitter karena ia dikenal kritis dalam mengomentari pemerintahan dan kehidupan sosial secara umum. Nah, penasaran seperti apa Joko Anwar dan bagaimana bisa ia membuat film yang selalu hits? Ini dia profilnya.

Mengawali karir sebagai wartawan

Seorang Joko Anwar nggak mengawali karirnya di dunia film sebagai pembuat film. Latar belakang pendidikannya adalah Teknik Penerbangan di ITB lalu menjadi wartawan untuk The Jakarta Post. Karir sebagai wartawan akhirnya membuka peluangnya untuk berhubungan di dunia film dengan menulis kolom yang membahas mengenai review film. Hingga pada suatu hari ia mendapat tugas untuk mewawancarai Nia Dinata seorang sutradara dan produser yang namanya sudah dikenal di Indonesia. Nia Dinata yang terkesan dengan Joko Anwar kemudian mengajaknya untuk bersama memproduksi film sukses baik secara komersil maupun kritis yaitu Arisan! pada tahun 2003.

Hujan penghargaan

Kalau kamu pernah menonton film yang melibatkan Joko Anwar, kamu pasti akan menonton sebuah pertunjukan yang nggak cuma menonjolkan akting tetapi juga fotografi dan sinematografi yang bernilai artistik tinggi. Ditambah dengan skenario yang nggak murahan, membuat Joko Anwar menjadi film maker Indonesia yang paling diperhitungkan bahkan sudah memiliki nama di ajang film internasional.

Keterlibatan Joko Anwar dalam film Arisan! membawa film ini meraih penghargaan pada FFI untuk Film Terbaik dan Best Movie pada MTV Indonesia Movie Awards pada tahun 2004. Kemudian Janji Joni,film pertama yang disutradarai oleh Joko Anwar, mendapatkan penghargaan Best Movie dari MTV Indonesia Movie Awards pada tahun 2005 dan mendapat penghargaan khusus dari Garin Nugroho selaku ketua SET Foundation untuk film dengan cerita yang inovatif. Janji Joni juga berhasil masuk dalam beberapa festival film internasional yaitu Sydney Film Festival dan Pusan International Film Festival.

Film Kala mungkin adalah film yang membuat nama Joko Anwar semakin diperhitungkan dan nggak bisa lagi diabaikan. Film noir tersebut mendapat berbagai penghargaan dan pujian dari kritikus film internasional serta berhasil masuk dalam lebih dari 30 festival film di seluruh dunia. Penghargaan dunia film kepada Joko Anwar nggak berhenti sampai di sini, masih banyak prestasi Joko Anwar yang membuktikan bahwa film maker Indonesia bisa membuat film yang berkualitas dan berprestasi di luar negeri.

Write a Reply or Comment