28 °C
few clouds
16
Fri
Jakarta

TPH CORNER

01 Feb 2016
By admintph

Modal Usaha, Lulusan SD Ini Jadi Produsen Televisi Indonesia

Modal Usaha, Lulusan SD Ini Jadi Produsen Televisi Indonesia

Menjadi seorang pelaku usaha tidak harus memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Lulusan sekolah dasar jika orangnya memang mampu untuk melakukan usaha, mengapa tidak didukung? Tampaknya fren belum bisa melupakan pemberitaan mengenai pelaku usaha televisi rakitan yang dianggap illegal. Sungguh miris ya fren melihat berita tersebut. Ada anak bangsa yang memiliki keahlian memperbaiki televisi rusak menjadi berfungsi baik kembali. Namun, jerih payahnya dianggap negatif. Parahnya lagi fren, televisi rakitan Kusrin dihancurkan begitu saja. Hingga semakin santernya pemberitaan mengenai Muhammad Kusrin, lulusan SD yang menjadi produsen televisi rakitan, pemerintah pun melakukan pembinaan dan memberikan bantuan untuk Kusrin.

Belajar Otodidak Bersama Teman Kusrin

Kusrin, begitu sapaan akrabnya fren. Meskipun lulusan SD dan tidak tahu-menahu tentang dunia elektronik, pria paruh baya ini memiliki semangat untuk belajar. Hingga Kusrin belajar otodidak ketika bekerja di tempat reparasi barang-barang elektronik. Tempat Kusrin bekerja adalah usaha milik temannya. Sehingga dari situlah Kusrin akhirnya belajar bagaimana memperbaiki barang elektronik yang rusak, termasuk televisi.

Buka Usaha Ketika Ada Modal

Sedikit demi sedikit Kusrin mengumpulkan modal untuk membuka usaha sendiri ketika bekerja di tempat reparasi barang elektronik tersebut. akhirnya, fokus usaha Kusrin adalah merakit televisi bekas menjadi baru lagi. Seiring berjalannya waktu, televisi rakitan Kusrin sudah sampai ke berbagai kota. Kusrin sendiri tidak mematok merek televisi apa untuk direparasi. Bagi Kusrin, asalkan ada televisi rusak, akan langsung Kusrin reparasi menjadi hidup kembali.

Pemerintah Turun Tangan

Saat ini, Kusrin tampaknya bersyukur ketika pemerintah turun tangan mengatasi tindakan Kusrin yang dianggap illegal. Presiden Joko Widodo akhirnya memberikan modal untuk usaha Kusrin. Presiden juga mengajak Kementrian Perindustrian agar produk televisi rakitan Kusrin memperoleh hak paten. Sebab diketahui ada banyak Kusrin lainnya yang bertebaran di Indonesia. Pelaku usaha televisi rakitan lainnya tentu juga perlu pembinaan agar usaha yang mereka jalankan sesuai dengan prosedur, memiliki hak paten, dan paling penting hasil reparasi mereka sesuai dengan SNI.

SNI untuk Kusrin

Kementrian Perindustrian memberikan SNI untuk Kusrin. Sehingga menunjukkan bahwa setiap hasil reparasi televisi rakitan Kusrin sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Ini tentu semakin memantapkan dan memberikan peringatan kepada pelaku usaha televisi rakitan lainnya agar tidak begitu saja menjalankan usaha tersebut. paling tidak fren, dengan Kusrin memiliki SNI, kini usahanya sudah sesuai dengan aturan hukum dari Standar Produksi. Jadi fren, Kusrin menjadi contoh bagi banyak orang bahwa meskipun hanya lulusan SD, bukan berarti tidak dapat sukses dalam membuka usaha. Kusrin dapat dikatakan melakukan kesalahan dalam hal produksi. Seperti yang disebutkan, Kusrin memperoleh teguran terkait Pemberlakuan SNI. Namun, akhirnya karena pemerintah melihat sisi positifnya, Kusrin pun menerima pembinaan dan bantuan. Semangat Kusrin tentu harus fren contoh.

Write a Reply or Comment