27 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

07 Feb 2016
By admintph

Sean Winshand Cuhendi, Diam-Diam Berprestasi Sampai Dunia

Sean Winshand Cuhendi, Diam-Diam Berprestasi Sampai Dunia

Olahraga catur di Indonesia mungkin memang nggak seheboh sepak bola, basket, atau bulu tangkis ya fren. Di mana Indonesia punya banyak atlet olahraga tersebut yang disorot oleh kamera bahkan ada yang jadi selebriti. Tapi Indonesia di mata dunia adalah salah satu negara dengan bakat-bakat catur luar biasa. Banyak pecatur Indonesia yang usianya masih muda tapi sudah meraih gelar atau norma Grand Master, misalnya saja seperti Sean Winshand Cuhendi ini fren.

Sean baru saja memenangkan sebuah kejuaraan catur internasional lho fren yaitu JAPFA Grandmasters Tournament 2015. Sebagai juara turnamen, dia melewati 11 kali pertarungan catur untuk bisa sampai ke puncak dan semuanya berhasil dilewati Sean tanpa kekalahan sekalipun. Sebelumnya selama beberapa bulan Sean tinggal di Hungaria untuk mengikuti berbagai turnamen dan berlatih mengasah keahliannya memainkan bidak catur fren. Bahkan Sean juga ditawari untuk mengubah status kewarganegaraannya dan bergabung dengan klub Hungaria tapi Sean menolaknya.

Sean yang saat ini masih berusia 17 tahun itu mengaku pernah beberapa kali mendapat perlakuan yang nggak mengenakkan dari pemerintah Indonesia. Misalnya saja ketika dia tinggal di Hungaria, karena masih di bawah umur Sean harus tinggal dengan keluarga diplomat KBRI di Hungaria. Menurut ceritanya, Sean hampir nggak bisa ikut turnamen karena dipaksa jalan-jalan oleh keluarga yang menampungnya, meski akhirnya ia diperbolehkan ikut turnamen. Kemudian Sean juga sempat nggak diakui sebagai juara catur termuda di Indonesia ketika berkompetisi di Rusia yang ketika itu ia berhasil mendapat juara ke-7.

Meski beberapa kali mendapatkan perlakuan yang membuatnya kesal, Sean nggak menyerah begitu saja dan masih tetap bangga bertanding catur dengan membawa nama Indonesia. Nggak cuma berbagai kompetisi internasional saja pernah ia menangi tapi Sean juga pernah mendapatkan Satya Lencana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lho fren. Ketika itu perhargaan khusus dari presiden tersebut diberikan atas prestasi Sean dalam memenangkan tiga emas di ASEAN Primary School Sporty Olimpic

Kegemaran Sean untuk bermain catur ternyata sudah sejak kecil fren. Ketika balita Sean divonis menderita hydrocephalus di mana Sean nggak boleh banyak bergerak dan nggak boleh terbentur kepalanya. Makanya sang ibu memberikan Sean catur agar Sean bisa tetap bermain tanpa resiko yang bisa membahayakannya. Siapa sangka ternyata catur bisa membawa nama Sean menjadi pemain kelas dunia ya fren?

Ketika ditanya apa rencana untuk masa depan pasca menjuarai JAPFA Grandmasters Tournament, Sean menjawab targetnya adalah ia ingin melangkah untuk tahap norma kedua dan melengkapi norma yang lain.  Pembina Percasi Eka Putra Wirya pun menyatakan kepuasaannya dalam prestasi Sean ini. Semoga saja ke depannya Sean mendapatkan dukungan dan perhatian baik dari pemerintah, Percasi, dan masyarakat publik Indonesia lebih hangat ya fren.

Write a Reply or Comment