31 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

20 Nov 2015
By admintph

Sepenggal Kisah Tentang Pak Raden

Sepenggal Kisah Tentang Pak Raden

Akhir Oktober 2015, Indonesia kembali berduka karena kehilangan sosok seniman luar biasa. Drs. Suryadi atau dikenal Pak raden dikabarkan wafat pada 30 Oktober lalu. Berita ini sempat jadi hot topik di sejumlah media dan internet. Banyak yang merasa kehilangan dan larut dalam suasana duka.

Pak Raden meninggalkan banyak warisan seni menakjubkan. Mulai dari tokoh dan serial fenomenal Si Unyil, buku cerita bergambar, film animasi pendek hingga lukisan yang jumlahnya cukup banyak. Karya-karyanya mendapatkan pengakuan dengan sejumlah gelar dan penghargaan yang diterimanya.

Namun dibalik kesuksesannya tersebut, kehidupan Pak Raden justru memperhatikan. Hingga masa tuanya, seniman ini tetap hidup sederhana dan serba kekurangan. Namun, beliau mengaku bahagia dan masih semangat berkarya. Banyak hal yang bisa dibagikan tentang sosok seniman serba bisa ini. Mulai dari kisah inspiratif hingga cerita menyedihkan. Untuk mengenangnya, yuk kita ulas sepenggal kisah tentang Pak Raden di bawah ini.

Punya dan Mencintai Anak-Anak Meski Nggak Pernah Menikah

Seperti yang diutarakan saudaranya beberapa waktu lalu, Pak Raden memang tidak berkeluarga. Di rumah, pria berkumis khas ini tinggal bersama asisten yang membantunya mengurus keseharian. Meski demikian, dia sangat dekat dengan anak-anak.

Banyak orang yang bilang anak Pak Raden banyak sekali. Sedangkan beliau bersyukur bisa tinggal dekat dengan anak-anaknya dan merasa bahagia. “Kalau saya tinggal di rumah mewah, saya nggak bisa kontak-kontakan dengan masyarakat sesering ini,” terangnya, seperti yang dijelaskan kakak ke-6 nya yang bernama Kartini.

Menjual Mahakarya Lukisannya untuk Berobat di 2013 ke Jokowi dan Dibeli Prabowo

Sebagai seniman legendaris, Pak Raden hidup sangat sederhana dan justru kekurangan. Masa sulit dialaminya ketika kondisi kesehatan menurun dan tidak bisa bekerja maksimal. Salah satu kisah yang mengharukan ialah ketika beliau datang langsung ke kantor Gubernur DKI Jakarta untuk bertemu Jokowi. Pak Raden ingin menjual lukisan terbaiknya berjudul “Perang Kembang” dengan harga sekitar 60 juta.

Jika laku, dia akan menggunakan uang untuk berobat dan memproduksi karya-karya terbarunya. Namun sayang, Pak Raden tidak bisa bertemu Jokowi karena sedang bertugas keluar kantor. Setelah beberapa minggu tidak ada kabar, lukisan akhirnya dibeli oleh Prabowo.

Beliau sangat senang karena akhirnya bisa berobat dan memproduksi karyanya kembali. Kala itu Pak Raden sempat menuturkan kekhawatirannya pada minimnya buku anak-anak dan seni tradisional. “Saya ingin berbuat banyak, jika melihat kondisi buku dan seni tradisional yang memprihatinkan ini,” tukasnya.

Kebahagiaan Terakhir Pak Raden Sebelum Wafat

Sebelum meninggal, Pak Raden sempat terlihat sangat bahagia saat menghadiri salah satu acara penghargaan. Beliau menjadi pemenang di salah satu kategori dan mendapatkan hadiah 1 unit rumah. Seperti diketahui, seniman ini menempati rumah kakaknya dan belum memiliki rumah sendiri.

Namun, belum sempat melakukan sesuatu dengan rumah barunya, takdir kehidupan berkehendak lain. Kisah-kisah hidup Pak Raden memang bisa membuat haru siapapun. Kini sahabat setia anak-anak ini telah tiada dan semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Selamat jalan Pak Raden.

Write a Reply or Comment