28 °C
few clouds
16
Fri
Jakarta

TPH CORNER

14 Nov 2015
By admintph

Teguh Karya, Salah Satu Godfather Film Indonesia

Teguh Karya, Salah Satu Godfather Film Indonesia

Nama Teguh Karya beberapa kali disinggung dalam beberapa media akhir-akhir ini. Khususnya berkaitan dengan gelaran Festival Film Indonesia (FFI) 2015 yang sedang berlangsung. Ya, tema tahun ini bertajuk “Tribute to Teguh Karya”. Salah seorang sineas terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Kamu yang bergelut di dunia teater, drama dan perfilman mungkin sudah tak asing dengan Teguh Karya. Ilmu warisan darinya masih dipelajari dan dibahas di beberapa kesempatan. Namun bagi kamu yang hanya penonton, bisa jadi masih asing. Apalagi muda-mudi sekarang yang terpaut jauh usia dari Teguh Karya.

Perlu kamu tahu, sineas ini kerap disebut sebagai salah satu godfather film Indonesia. Karya-karyanya punya kualitas, unik dan berkarakter. Prestasi yang diraihnya pun dari dalam dan luar negeri. Tak hanya itu, lewat kerja kerasnya Teguh Karya mampu mencetak seniman-seniman berbakat di zamannya. Sebut saja Slamet Rahardjo, Christin Hakim, Alex Komang (almarhum) dan masih banyak lagi. Nah, untuk lebih mengenal maestro satu ini, yuk kita ulas sedikit tentang jejaknya.

Teguh Karya dan Dedikasinya di Dunia Seni Peran Tanah Air

Pria kelahiran Pandeglang, 22 September 1937 ini memiliki nama asli Steve Liem Tjoan Hok. Selain dipanggil Teguh Karya, orang terdekat kerap menyapanya Om Steve. Dia tidak menikah dan wafat pada 11 Desember 2001 lalu. Sejumlah orang yang pernah bertemu dengannya menilai Teguh sebagai sosok yang filosofis.

Sementara bagi mereka yang pernah bekerja sama menganggap Teguh sangat perfeksionis. Karirnya berangkat dari pemain sandiwara, mendirikan Teater Populer hingga bergelut di dunia sutradara perfilman Indonesia. Banyak karyanya yang mendapatkan penghargaan bergengsi. Salah satunya menjadi sutradara terbaik dalam FFI selama 6 tahun berturut-turut.

Di mata anak didiknya, Teguh sangat tegas. Dia memberikan ilmu dan menanamkan mental kuat seorang seniman berkualitas. Selalu memberikan pesan dan motivasi agar memberikan yang terbaik untuk dunia seni peran Indonesia.

“Dia adalah guru, sahabat dan juga bapak. Dari Teguh, anak didiknya tidak hanya belajar teater dan kesenian,” kata Slamet Rahardjo. “Kami juga belajar kehidupan agar bisa tetap berdiri meski kesulitan datang bertubi-tubi.

Teguh Karya Jadi Ikon Gelaran FFI 2015

Seperti banyak diberitakan, FFI tahun ini didedikasikan khusus untuk sang legenda perfilman Teguh Karya. Itulah mengapa malam puncak FFI 2015 bakal digelar di kota kelahirannya. Tepatnya pada 23 November di Indonesia Convention Exhibition, Tanggerang Selatan, Banten.

Selain itu juga akan ada pemutaran film garapan Teguh Karya di Taman Ismail Marzuki pada 16-20 November nanti. Film-film sang maestro juga akan jadi roadshow FFI untuk diputar di lima kota. Yakni Padang, Yogyakarta, Batam, Makassar dan Banten yang berlangsung pada 14-15 November.

Teguh memang seorang sineas yang penuh inspirasi. Salah satunya, dia pernah berpesan, “Mari kita berpikir mengembalikan film nasional yang bukan seks. Saya bikin Badai Pasti Berlalu tanpa kekerasan dan seks. Tapi diterima publik dan memenangkan penonton terbanyak.”

Write a Reply or Comment