31 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

24 Mar 2016
By admintph

Yosep Anggi Noen, Sutradara Film Indie yang Mendunia

Yosep Anggi Noen, Sutradara Film Indie yang Mendunia

Di dunia perfilman, nama Yosep Anggi Noen mungkin tidak setenar Hanung Bramantyo atau Mira Lesmana. Tapi kalau masalah karya, jangan dianggap sepele Fren. Film panjang perdananya bahkan sudah berhasil dipertontonkan dalam berbagai ajang festival film internasional.

Ya, lewat film berjudul Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya, sutradara asal Yogyakarta tersebut sudah berhasil keliling dunia, termasuk dalam ajang Festival Film Internasional Locarno ke-65 di Swiss pada pertengahan 2012 lalu.

Dalam sebuah kesempatan, Yosep menyatakan jika dirinya sangat bangga dengan pencapaian ini. bahkan menurutnya, sudah bisa mendapat kesempatan untuk bisa memutar filmnya di berbagai belahan dunia saja sudah membuatnya sangat bangga.

Tapi tidak hanya itu saja, film lainnya seperti Antara Ning dan Mur dan film lainnya, sudah pernah ditayangkan dalam 8 festival film Internasional lainnya, termasuk dalam ajang bergengsi Vancouver International Film Festival dalam sesi Dragon and Tigers Competition.

Sutradara Film Pendek

Yosep sendiri sebelumnya lebih dikenal sebagai sutradara film pendek dan film dokumenter. Salah satu karya terbaiknya adalah kompilasi Working Girls yang diproduksi Kalyana Shira Foundation dengan judul Asal Tak Ada Angin.

Di film ini, Yosep berkisah mengenai kepemimpinan seorang perempuan tua dalam sebuah rombongan ketoprak tobong yang berada di lokasi Prambanan, Yogyakarta.

Latar Yogyakarta pun kembali dia tampilkan dalam Vakansi yang Janggal dengan menampilkan potret kehidupan masyarakat kelas bawah. Hampir sama dengan Asal Tak Ada Angin, film ini pun mengangkat tema kelas sosial dan hasrat seksualitas kaum kelas bawah.

Selain Vancouver International Film Festival, film ini pun telah dikonfirmasi akan ditampilkan dalam beberapa ajang film internasional lainnya, termasuk festival di Rio de Janeiro (Brasil), Mumbai (India), Busan (Korea Selatan), Hongkong Asian Film Festival (China), Jogja Netpac Film Festival (Indonesia), Stockholm (Swedia), serta Rotterdam (Belanda).

Film ini sendiri diproduksi oleh Limaenam Films dan Tembi Rumah Budaya, dengan didukung penuh oleh Lync Film dan Amalina Pictures. Prestasi lainnya, Yosep menyatakan jika film ini pun sempat menyambet Piala Dewantara dari Apresiasi Film Indonesia 2013.

Fantastis bukan? Semoga saja di masa yang akan datang, Yosep Anggi Noen sanggup menjelma menjadi sutradara dengan karya sekelas Hollywood.

Write a Reply or Comment