26 °C
haze
12
Mon
Jakarta

TPH CORNER

27 Aug 2015
By admintph

Perjalanan Seorang Diego Maradona

Perjalanan Seorang Diego Maradona

Sejarah membuktikan jika sepak bola mencintai mereka yang jenius. Kita sebut saja legenda sepak bola dunia, Diego Maradona. Bintang sepak bola asal Argentina ini begitu populer, bahkan disebut-sebut sebagai dewa sepak bola karena kemampuannya yang hebat dalam mengolah si kulit bundar.

Bahkan dalam jajaran legenda sepak bola dunia, Maradona bisa dikatakan sejajar dengan legenda hidup lainnya, seperti Pele, Bekcekbauer, Puskas, Cruyff dan lainnya. Melihat aksi-aksinya di atas lapangan hijau, tidak bisa dipungkiri jika mereka telah berhasil menghidupkan sepak bola dengan kemampuannya.

Di level klub bersama Napoli, Maradona sukses menjadi bintang yang tidak terlupakan. Bahkan setelah Maradona hengkang, club yang bermarkas di kota Naples ini seakan menghilang dan sepi dari prestasi, baik di level domestik, ataupun di level antar club dunia.

Perjalanan Maradona

Maradona mulai karier sepak bolanya bersama dengan Argentinos Juniors dan Boca Juniors. Di club inilah Maradona mampu mencuri perhatian club raksasa Eropa, dan Barcelona berhasil menjadi club pertama yang memilikinya. Sayang, di club asal Spanyol ini Maradona selalu berkutat dengan cedera yang tidak pernah berakhir.

Walaupun saat itu terlihat kurang menjanjikan, Napoli akhirnya berhasil menebusnya dari Katalan dengan harga USD 19,4 juta pada Juli 1984. Bahkan Maradona langsung diperkenalkan di San Paolo di hadapan lebih dari 70 ribu pendukungnya. Dengan aksi jugling-nya, sang bintang bertubuh gempal ini sukses menyihir mereka yang hadir di stadion.

Gol demi gol terus dia ciptakan. Berkat kepiawaiannya, Maradona pun menjadi momok bagi tembok pertahanan Italia, yang kala itu dikenal solid dan sulit untuk ditembus. Maradona pun sekali lagi membuktikan jika dirinya belum habis, dan kini Napoli yang menikmati kegemilangannya.

Selama di Italia, Maradona berhasil memberikan 2 gelar scudetto Serie A, Coppa Italia, satu Piala UEFA, dan satu Piala Super Coppa Italia. Ajaibnya, semua gelar tersebut dia persembahkan dalam rentang waktu tujuh musim saja. Setelah itu, Maradona mulai berkelana ke berbagai club, dari mulai Sevilla, Newells Old Boys, dan kembali lagi ke Boca. Sayang, sinar kebintangan Maradona seakan tertinggal di kota Naples.

Catatan menarik Maradona

Maradona mulai debut bersama tim nasional Argentina di usia 16 tahun, tepatnya di tahun 1977. Setelah itu, Maradona kembali bermain di empat Piala Dunia lainnya, yakni di tahun 1982, 1986, 1990 dan 1994. Tapi di antara semua edisi piala dunia tersebut, edisi 1986 merupakan Piala Dunia terbaik yang pernah dia ikuti dalam kariernya.

Ketika itu, Argentina tengah melawan Inggris. Laga tersebut berjalan sangat ketat. Banyak drama dalam pertandingan ini, di antaranya adalah drama Gol Tangan Tuhan yang hingga kini di ingat publik dunia. Walaupun begitu, Maradona menebus aksi liciknya tersebut dengan gol keduanya dalam pertandingan tersebut.

Berlari dari tengah lapang, dia membawa bola sendirian sambil melewati deretan pemain lawan, dan dengan mudah melewati sang penjaga gawang untuk membuat gol keduanya. Aksi yang sangat brilian, seolah dia mengalahkan Inggris hanya seorang diri!

Write a Reply or Comment