31 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

29 Oct 2015
By admintph

Sepenggal Tentang Mendiang Elfa Secioria

Sepenggal Tentang Mendiang Elfa Secioria

Nama Elfa Secioria dikenang sebagai salah seorang musisi yang tidak pernah terseret ke dalam arus industri musik secara langsung. Sepanjang kariernya di dunia musik Indonesia, Elfa tetap perkasa dengan idealismenya untuk menghasilkan karya-karya musik yang berkualitas.

Musisi yang bernama asli Elfa Secioria Hasbullah ini lahir di Garut, pada 20 Februari 1959. Bakat musiknya sendiri sudah mulai terlihat sejak usianya menginjak 5 tahun yang mulai bermain piano. Kegemarannya bermain piano ini merupakan turunan dari sang ayah, Hasbullah Ridwan, yang merupakan anggota polisi, dan juga aktif sebagai musisi jazz.

Setelah sempat banyak belajar mengenai komposisi musik, baik secara formal ataupun informal, Elfa remaja yang ketika itu baru menginjak usia 19 tahun, mulai membentuk sebuah vokal grup, yang kemudian berhasil menjadi jawara dalam beberapa festival menyanyi di luar negeri.

Nama Elfa semakin dikenal publik musik Indonesia sejak tahun 80-an, terlebih etika itu, lagu Detik tak Bertepi berhasil dinyanyikan oleh Christine Panjaitan dengan sangat baik. Karena kolaborasinya ini, Elfa kemudian diganjar dengan penghargaan The Best Arranger dan The Best Song dalam ajang ASEAN Song Festival.

Setelah itu, Elfa pun mulai mendirikan sekolah musik Elfa’s Music School. Setelah itu, pada tahun 1978, Elfa kemudian membentuk Elfa’s Singers dengan beranggotakan Agus Wisman, Lita Zen, Yana Julio dan Uci Nurul. Sederet nama beken lainnya pernah bergabung dalam vokal grup ini, sebut saja Tony Sianipar, Rita Effendy dan Titi DJ.

Hingga saat ini, Elfa’s Singers dan Elfa’s Music School masih tetap rutin mengikuti berbagai ajang festival musik di luar negeri. Bahkan Elfa sendiri pernah sukses ketika berkolaborasi dengan Harvey Malaiholo, ketika merilis Gempita dalam Nada. Bahkan lagu tersebut berhasil mengantarkan Harvei untuk meraih predikat The Best Performer dalam ajang Golden Kite Festival di Malaysia di tahun 1984.

Sayang, pada Sabtu 8 Januari 2011, dunia musik Indonesia harus berkabung dengan kepergian pria yang akrab disapa bang Eel ini. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di usianya yang ke-51. Banyak kenangan dan prestasi yang sempat ditorehkannya, membuat kita sadar untuk terus berjuang dan konsisten di jalan yang kita yakini. Selamat jalan Elfa Secioria, kamu adalah legenda musik Indonesia!

Write a Reply or Comment