32 °C
haze
18
Sun
Jakarta

TPH CORNER

01 Mar 2016
By admintph

Musikal Sumpah 100 Tahun

Musikal Sumpah 100 Tahun

Fren, harus kita akui jika banyak generasi muda Indonesia yang  sudah kehilangan jati dirinya, atau bahkan malu dengan bangsanya sendiri. Contohnya saja, beberapa dari kita banyak yang lebih bangga bisa berbicara bahasa Inggris, ketimbang belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Nah, fenomena yang sedikit membuat kita miris ini rupanya telag membuat beberapa anak muda yang terkumpul dalam dalam REMX production dan Alphabet Project tergelitik untuk menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme anak muda dengan pertunjukan teater musikal bertajuk Sumpah 100 Tahun.

Acara yang cukup megah dan penuh dengan unsur pendidikan ini berlangsung pada 11 s/d 13 Maret 2016 kemarin, akan membawa kita ke suasana Jakarta era tahun 2028, dimana kemajuan zaman serta budaya asing telah membuat banyak generasi muda goyah dengan identitas negaranya sendiri.

Dalam pagelaran ini, Indonesia digambarkan sebagai negara dystopia, dimana negara ini lebih menjungjung tinggi nilai internasional ketimbang identitas leluhurnya. Parahnya lagi, di era tersebut, para generasi muda pun sudah mulai melupakan budaya, sejarah serta adat istiadat negaranya sendiri.

Secara keseluruhan, Sumpah 100 Tahun menyajikan pertunjukan teater musikal yang sanggup memaparkan ide cerita yang dibalut dalam unsur edukatif, drama dan tentu saja sentuhan komedi yang sangat renyah. Di sisi lain, gaya satir yang kaya dengan bumbu heroisme, cinta dan politik, mampu menyampaikan rasa khawatir yang mungkin terjadi pada Indonesia di masa yang akan datang.

Dalam keterangannya, Lukman Sardi, produser eksekutif Sumpah 100 Tahun, menyatakan jika lewat musikal Sumpah 100 Tahun, dirinya mencoba untuk mengingatkan agar kita segera kembali menjunjung tinggi jati diri Bangsa yang sudah sejak lama diperjuangkan para pahlawan.

Lebih lanjut lagi, Lukman mengajak kepada para pemuda untuk bahu membahu mendukung perjuangan bangsa dengan cara menuangkan rasa cintanya terhadap Indonesia, tidak hanya lewat bahasa, tapi dibuktikan juga lewat ucapan dan tindakan.

Dengan tema sangat nasionalis, Sumpah 100 Tahun bahkan didukung langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan, serta beberapa lembaga berpengaruh lainnya di Indonesia, sebut saja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Badan Ekonomi Kreatif dan tentu saja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Fren, semoga saja apa yang disampaikan lewat teater musikal Sumpah 100 Tahun ini bisa kita serap seluruhnya, bukan hanya unsur hiburannya saja, tapi yang paling penting adalah, kita harus bisa meningkatkan rasa cinta dan bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Write a Reply or Comment