26 °C
haze
12
Mon
Jakarta

TPH CORNER

21 Oct 2015
By admintph

Bagaimana Kondisi Dunia Cosplay Sekarang?

Bagaimana Kondisi Dunia Cosplay Sekarang?

Fren, sebelum kita bahas bagaimana kondisi Cosplay di Indonesia, mari kita kembali dulu ke 11 tahun yang lalu, atau lebih tepatnya di tahun 2004. Di tahun tersebut, dunia mana Cosplay sendiri mulai menggeliat, hingga akhirnya 5-6 tahun ke depannya, dunia cosplay menjadi salah satu hal yang sangat menyenangkan bahkan para pelakunya.

Di masa itu, para cosplayer melakukan cosplay dengan berbagai karakter, walaupun di saat itu mereka masih memiliki banyak sekali keterbatasan. Mereka kebanyakan hanya menggunakan wig yang pada saat itu masih sangat jarang, dengan pakaian yang umumnya mereka rancang dan jahit sendiri. Walaupun begitu, dunia Cosplay terasa sangat damai, tanpa adanya drama yang menguras emosi dan air mata.

Ketika itu, semua elemen saling mendukung. Bahkan bagi Athira, tahun tersebut menjadi tahun yang spesial, di mana tidak ada kecaman yang sifatnya membully. Misalnya saja cosplayer Mahoro dari anime Mahoromatic. Dulu dia pernah mengcosplaykan Mahoro versi cowok.

Coba bayangkan, kalau sekarang, tindakan ini pasti sudah mendapatkan banyak kecaman karena dinilai tidak pantas atau dapat merusak karakternya. Tapi di zaman dulu, orang-orang hanya berkomentar, “Weks, male Mahoro itu loh, nggak banget…… Tapi cukup kreatif juga ya!”

Di tahun 2010, dunia Cosplay benar-benar booming di Indonesia. Berbagai ajang mulai bermunculan. Tentu saja semakin banyak cosplayer yang mulai berani unjuk gigi. Terlebih ketika itu beberapa anime Jepang mendapatkan popularitas yang sangat tinggi, terutama film Bleach, Naruto, dan One Piece.

Kemudian beranjak ke era sekarang, jumlah cosplayer sudah tidak mungkin bisa dihitung dengan jari lagi, dan acara-acara cosplay pun sudah bisa disebut sebagai acara bulanan. Saking banyaknya orang yang ingin bercosplay, bahkan banyak wanita berhijab pun yang mulai menerjuni dunia cosplay, tentu saja lengkap dengan hijab yang mereka gunakan.

Lewat teknik modifikasi, muncullah gaya Cosplay untuk wanita berhijab. Sayang, kemunculan mereka lengkap dengan atribut hijabnya telah banyak menghasilkan kecaman. Katanya sih merusak karakter dari tokoh yang di Cosplay-kan. Lantas, seperti apa sih Cosplay yang baik itu, apakah cosplay totalitas dengan baju yang sesuai dengan tokoh yang di cosplaykan?

Belum terjawab pertanyaan itu, kemudian muncullah Thabitha yang hadir dalam ajang AFA, yang hadir dengan kostum super mini yang notabene memang sangat mirip dengan kostum aslinya. Lagi-lagi, Thabitha pun mendapatkan kritikan pedas, terutama karena keberaniannya dalam menggunakan pakaian yang sangat mini, bahkan lebih mirip seperti bikini.

Kesannya memang banyak drama ya, Fren? Tapi jangan khawatir! Biarpun banyak yang mengkritik, dunia cosplay itu sebenarnya penuh dengan kesenangan dan kesempatan untuk mendapatkan teman baru, kok!

Write a Reply or Comment