26 °C
haze
12
Mon
Jakarta

TPH CORNER

29 May 2015
By admintph

Wisata Sejarah Di Jakarta

Wisata Sejarah Di Jakarta

Kota Jakarta dulunya bernama Batavia, di Kota Batavia banyak sekali peninggalan sejarah jaman perjuangan melawan penjajah. Sebabnya adalah dahulu kala VOC atau Belanda memusatkan serangannya menuju Kota Batavia. Batavia merupakan ibukota negara Indonesia dan banyak diduduki oleh orang-orang penting dan berpengaruh. Jika VOC bisa membunuh dan melenyapkan orang-orang berpengaruh tersebut, maka VOC akan mudah menguasai negara Indonesia. Sayangnya VOC tidak dengan mudah bisa mendudukkan kota Batavia. Selama menjajah di Indonesia banyak perlawanan yang dilakukan oleh para pejuang Indonesia. Keberadaan VOC yang lama di Kota Batavia membuat kota yang saat ini dikenal dengan kota Jakarta memiliki banyak peninggalan-peninggalan dari bangsa penjajah. Tidak mengherankan jika banyak bangunan bekas VOC atau Belanda yang saat ini masih berdiri kokoh di Kota Jakarta.

Manfaat Wisata Sejarah Di Jakarta

Wisata sejarah yang bisa dilakukan di Jakarta akan membawa banyak manfaat bagi orang yang mengunjunginya. Manfaat itu diantaranya tumbuhnya nasionalisme di hati wisatawan. Wisatawan yang mengunjungi tempat wisata sejarah akan merasa memiliki bangsa Indonesia. Sehingga mereka memiliki perasaan tidak ingin jika bangsa Indonesia diganggu dan diusik oleh panjajah lagi. Wisatawan juga akan lebih menghargai jasa para pahlawan yang rela mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Tempat Wisata Sejarah Yang Ada Di Jakarta

Banyak tempat sejarah di Jakarta yang dijadikan sebagai lokasi wisata. Tempat sejarah di Jakarta tersebut adalah sebagai berikut ini:

  1. Menara Syah Bandar

Wisata ini berupa menara yang dulunya disebut sebagai Tower Of The Harbourmaster. Lokasi wisata ini tidak jauh dari museum bahari, letaknya berada di depan dari museum Bahari. Menara dibangun pada tahun 1839, dulunya menara ini berfungsi sebagai pengawas kapal yang keluar masuk di pelabuhan Batavia. Menara ini bisa fren naiki, di atas menara fren akan melihat kegiatan pelabuhan dari Sunda Kelapa.

  1. Museum Bahari

Museum Bahari merupakan museum yang tidak jauh dari menara Syah Bandar. Museum Bahari saat jaman penjajahan Belanda berfungsi sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah hasil rampasan dari petani Indonesia. Museum dibangun pada tahun 1652. Fren bisa melihat berbagai jenis hewaan laut yang telah diawetkan di museum ini. Fren juga bisa melihat rekaman dari kehidupan bawah laut dan rekaman sejarah berdirinya AL di Indonesia.

  1. Galangan Kapal Belanda

Bangunan ini sebelum menjadi galangan kapal digunakan sebagai kantor yang dijadikan sebagai pusat dari kegiatan dagang VOC. Bangunan dibangun pada tahun 1628. Dahulu kala, tempat ini berfungsi sebagai tempat perbaikan bagi kapal-kapal besar yang akan berlayar.

  1. Museum Sejarah Jakarta

Sebelum dijadikan museum, tempat ini dulunya adalah kantor gubernur dari Jenderal Hindia Belanda. Barulah pada tahun 1974, gedung ini beralih fungsi sebagai museum sejarah Jakarta. Di museum ini, fren akan diperlihatkan rekaman sejarah berdirinya dari kota Jakarta.

  1. Gedung Arsip Nasional

Gedung ini merupakan peninggalan dari jenderal VOIC bernama Reinier de Klerk tahun 1777-1780. Sejak tahun 1992, gedung ini baru diresmikan sebagai cagar budaya. Meski telah direnovasi, segala arsitektur dan perabotan yang didalamnya tetap seperti aslinya.

Write a Reply or Comment